Monthly Archives: July 2011
Batu, SMN -Hasil nilai Ujian Akhir Nasional (UNAS) yang telah diumumkan pada tanggal (4/6) yang lalu akhirnya dapat terlaksana secara serentak dengan hasil yang memuaskan, tak terkecuali di SMPN 1 Kota Batu, sekolah yang bertaraf internasional ini (RSBI) berhasil meraih nilai tertinggi di lingkungan pendidikan Kota Batu, dengan nilai 38,40 atas nama Mutia Rahma, yang setara dengan nilai peringkat 3 tingkat propinsi.

Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com – Perlu tidaknya pendidikan karakter diberikan kepada peserta didik masih menjadi pro kontra. Pemerhati pendidikan, Prof Winarno Surakhmad, mengatakan, bangsa Indonesia sudah berkarakter sejak dahulu kala ketika dijajah Belanda. Hal itu disampaikannya di hadapan guru-guru Pendidikan Kewarganegaan (PKn) se-Jakarta, Kamis (28/7/2011).
“Karakter bangsa kita ini sangat disukai oleh penjajah, sifat nerimo, sangat penurut, sangat penyabar, ramah tamah sehingga terkesan aman untuk dijajah,” kata Winarno, di Aula Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Menurutnya, perlu dilakukan redefinisi terhadap pemahaman karakter bangsa Indonesia. Hal ini, katanya, seharusnya dipikirkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan karakter, tegas Winarno, sejatinya disadari oleh setiap warga negara.
“Ungkapan tomorrow will be better than today seharusnya menjadi pegangan bagi seluruh warga negara,” ujar dia.
Winarno melanjutkan, ketika semua orang sudah berorientasi masa depan, maka masa lalu akan dijadikan pelajaran. “Karena karakter itu membentuk harapan untuk masa depan. Dunia telah berubah dengan sangat cepat. Maka, pendidikan karakter yang dipermasalahkan sekarang harus sepenuhnya memperhitungkan perubahan dunia pada umumnya dan perubahan Indonesia pada umumnya,” papar dia.
Winarno menambahkan, kurikulum khusus untuk pendidikan karakter sebenarnya tidak diperlukan. Namun, jika dimasukkan dalam pembelajaran, hendaknya tidak hanya menitikberatkan pada budi pekerti.
“Bagaimanapun bunyi dan bentuknya, yang paling penting untuk Indonesia saat ini adalah karakter bangsa yang menghidupkan harapan yang realistik untuk sebuah masa depan yang manusiawi,” kata Winarno
Sumber : Kompas.com, 28 Juli 2011
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel akan memasukkan nilai integritas dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan pada SD hingga SMA.
Dimasukannya nilai-nilai kejujuran itu dalam mata pelajaran sebagai bentuk pencegahan korupsi sejak dini.
Dimasukkannya nilai integritas dalam setiap mata pelajaran merupakan hasil dari pelaksanaan training of trainer (ToT) integritas yang diselenggarakan KPK bekerjasama dengan IGI Sulsel di Makassar, pekan lalu. ToT ini diikuti 60 guru dari sejumlah kabupaten di Sulsel.
Nilai integritas tersebut akan disisipkan guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
“Nilai integritas ini disisipkan pada setiap mata pelajaran. Tidak hanya mata pelajaran yang berkaitan dengan moral dan akhlak seperti pendidikan pancasila atau pendidikan agama. Selama ini, kan dianggap hanya bisa disisipkan pada kedua mata pelajaran itu. Pada mata pelajaran lain bisa disisipkan, misalnya pada mata pelajaran kimia dan biologi,” kata staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan KPK Dian Rachmawati saat berkunjung ke Redaksi Tribun, Minggu (24/7/2011).
Dian datang bersama dengan staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan KPK lainnya, Sandri Justiana dan Masagung Dewanto. Turut serta dalam kunjungan ini Ketua Umum IGI Sulsel Muhammad Ramli Rahim. Mereka diterima Manajer Produksi Cetak Tribun Timur Misbahuddin Hadjdjini.
Staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan KPK ini menjadi instruktur dan pelatihan ini. “Tugas kami memang memberi pendidikan antikorupsi di berbagai jenjang pendidikan. Melalui ToT ini diharapkan menjadi awal yang sangat baik bagi pencegahan korupsi di Indonesia,” ujar Sandri.
KPK dan IGI Sulsel berinisiatif untuk membuat kotak kejujuran dan kotak tersebut akan dipasang di setiap sekolah. Jika ada barang yang hilang, maka orang yang menemukannya memasukkannya ke dalam kotak tersebut.(*)
Tribunnews.com, 24 Juli 2011

Ingin Lihat Klik Disini
Ingin Lihat Klik Disini




