Monthly Archives: May 2012
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagian besar guru belum menerapkan sistem e-learning atau sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Bukan hanya guru di pedesaan atau pinggiran kota, melainkan juga di perkotaan.

Guru SMP NEGERI 1 BATU sedang mengerjakan modul materi pelajaran berbasis TIK yang nantinya siap dibuat CD dan Onlinekan
Hal itu dikemukakan Dekan Sampoerna School of Education (SSE) Paulina Pannen di sela-sela seminar “Educators & Technology: Road to Excellence”, Kamis (24/5/2012) di Jakarta. “Kondisi guru beragam. Ada yang sudah canggih, ada yang belum. Bahkan, di kota saja masih banyak yang belum paham dasar-dasarnya,” ujarnya.
Penggunaan TIK pada pendidikan diyakini dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ari Santoso menjelaskan bahwa hingga kini pemerintah belum memiliki data “melek teknologi” guru sehingga sulit diketahui tingkat pemanfaatan teknologi.
Oleh karena disparitas guru yang melek teknologi sangat tinggi, Paulina menilai guru perlu bertukar pengalaman. Harapannya, terbentuk masyarakat guru pembelajar.
Ia menilai kemajuan TIK mengubah cara guru dan murid berinteraksi. Melalui e-learning, guru bisa kreatif menggunakan gambar, video, audio, teks, dan animasi sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.
“Selain melek teknologi, guru juga harus bisa melihat celah dengan menggali kreativitas dalam pengajaran berbasis teknologi,” kata Paulina.
Ia mencontohkan kurikulum yang dapat dibuat digital dengan sistem e-learning yang memudahkan proses pembelajaran. Proses komunikasi guru dan murid juga akan lebih mudah.
Ari menambahkan, pemerintah mendorong sekolah meningkatkan kuantitas dan kualitas penggunaan internet di sekolah. Sejak tahun 2006, tingkat penggunaan internet di sekolah masih berkisar 20 persen. “Kapasitas guru harus ditingkatkan dengan pelatihan teknologi,” kata Ari.
Kerja sama
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan menandatangani kerja sama dengan institusi teknologi informasi dan pendidikan Intel Indonesia Corporation, Piranti, dan Hong Kong Institute of Education untuk menyinergikan penggunaan teknologi kegiatan pembelajaran.
“Kami berusaha mengikuti perkembangan inovasi sistem pembelajaran agar para calon guru siap menghadapi tantangan global,” kata Paulina. (LUK)
Sumber : Kompas.com, 28 Mei 2012
Jakarta, Kompas – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kemungkinan mengambil alih pembayaran tunjangan profesi pendidik demi kelancaran. Kepastiannya menunggu hingga Juli atau triwulan kedua pembayaran.
“Kami akan lihat sampai Juli. Jika pemerintah daerah tetap tak bisa membayar lancar, kami akan cari mekanisme lebih baik,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, akhir pekan lalu, di Jakarta.
Tunjangan profesi triwulan pertama 2012 semestinya disalurkan ke rekening pribadi penerima, April lalu. Namun, hingga Minggu lalu, ada yang tak kunjung cair karena tak ada SK pencairan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurut Nuh, SK masing-masing direktur jenderal pendidikan dasar dan menengah selesai Maret. Dana pun sudah disalurkan kepada pemerintah provinsi.
Menurut Retno Listiyarti, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Kemdikbud tak belajar dari kesalahan penyaluran tunjangan profesi guru. “Bukannya makin mudah. Hampir enam tahun pelaksanaan sertifikasi, tak ada perbaikan kinerja dalam sistem pembayaran tunjangan,” katanya.
Pencairan tunjangan profesi bagi guru swasta dan honorer, lanjutnya, sudah ada di beberapa daerah. Besaran tunjangan dipukul rata Rp 1,5 juta per bulan.
Iwan Hermawan, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia, mengatakan, pembayaran tunjangan di Jawa Barat tak merata. Di Kota Bandung belum ada pembayaran. Di kabupaten, seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Bandung Barat, hanya dibayar dua bulan.
Pemerintah daerah dinilai sibuk mengklarifikasi guru yang memenuhi 24 jam mengajar. Pemenuhan 24 jam mengajar ini dinilai bukan salah guru, melainkan akibat ketidakmampuan pemerintah menata distribusi guru. “Akibat guru didesentralisasi. Jadi, tunjangan dan gajinya melalui DAU kota/kabupaten sehingga banyak hambatan birokrasi,” kata Iwan.
Triwulan
Berdasarkan keputusan Kementerian Keuangan, pembayaran tunjangan profesi pendidik dibayar per triwulan. Triwulan pertama dibayarkan paling lambat April. “Dana tunjangan profesi guru itu mengendap. Jadi lahan birokrat untuk memanfaatkan bunga anggaran,” ujar Retno.
Para guru juga dibingungkan dengan keharusan membuka beberapa rekening bank. Selain bank daerah, mereka juga harus punya rekening bank lain. “Guru dipermainkan untuk soal tunjangan profesi ini,” katanya.
Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistiyo mengatakan, keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru ini akibat kinerja Kemdikbud yang lambat menyelesaikan SK sertifikasi. “Setelah guru diurusi berbagai unit utama di berbagai ditjen dan badan guru, justru birokrasi guru jadi rumit dan lambat,” katanya. PGRI akan mengadukan Kemdikbud kepada Presiden dan DPR. (ELN)
Sumber : kompas.com, 29 Mei 2012
Proses Pembayaran Tunjangan Guru Akan Direvisi
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh akan merevisi proses pembayaran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP).
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi agar tak terjadi keterlambatan pada pencairan TPP di tahap selanjutnya.
Seperti diberitakan, masih banyak guru, khususnya di daerah yang belum menerima tunjangan profesi tahap I (Januari-Maret) tahun 2012. Padahal sejatinya, para guru berhak menerima tunjangan tersebut paling lambat pada April lalu.
“Intinya kita tidak akan tinggal diam, tapi akan mencari solusi terbaik agar pencairan tak lagi terlambat. Revisi ini seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang sudah kami tarik ke pusat,” kata Nuh, saat ditemui di kediamannya, di Jakarta, Kamis (17/5/2012).
Ia melanjutkan, mekanisme baru masih terus dijajaki dengan mengidentifikasi kendala yang mungkin akan ditemui jika proses penyalurannya direvisi. Terlebih pada penyaluran tunjangan di tahap III (Juli-September) yang bertepatan dengan masa ajaran baru.
“Saya rasa kendala cukup rumit ada di penyalurab tahap ketiga, karena bertepatan dengan ajaran baru. Maka dari itu, verivikasi data harus diselesaikan dari sekarang,” ujarnya.
Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melalui Sekretaris Jenderalnya, Retno Listiyarti memberikan pernyataan sikap terkait telatnya penyaluran tunjangan profesi.
Dalam kesempatan itu, Retno mendesak agar pemerintah melakukan perbaikan penyaluran tunjangan profesi.
Pasalnya, menurut FSGI, sejak pertama kali tunjangan itu mulai disalurkan, pemerintah belum juga menampakkan kinerja yang optimal. Permasalahan terus saja terjadi, baik di tingkat pusat, maupun di tingkat daerah
Kompas.com, 17 Mei 2012
Se hari-hari saya ber internet di rumah menggunakan 3 jalur Internet :
2. Telkomsel Halo ( Berlangganan berdasarkan unlimited )
Pada bulan Agustus 2008 yang lalu saya beli HP Sony E type C 702 dan sekaligus langganan pakai kartu halo.
Selanjutnya pada bulan September saya berlangganan internet pada telkomsel unlimited dengan kuota 3 Giga ,dan menurut informasi yang saya terima dari customer service telkomsel setelah 3 Giga habis kecepatannya akan di diturunkan.
Selama bulan September sampai bulan Desember akhir saya pakai internet kecepatan jauh dari Telkom Speedy atau Hotspot maksud saya jauh lebih rendah ( 8 kb/s sampai 20kb/s )
Dengan tidak sengaja pada waktu saya di rumah tingkat atas melihat HP,kok indikator 3G kelihatan,terus iseng-iseng saya coba hubungkan ke internet lewat laptop yang saya ambil dari bawah.
Sedangkan hp saya pasang pakai sambungan kabel usb sepeti pada gambar di bawah ini :
Setelah saya setting dan bisa di pakai untuk internet,saya agak heran dan tidak percaya kok rasanya agak lebih cepat.
Kemudian saya coba membuka speedtest.net yang hasilnya seperti dibawah ini :
Server Yokohama Jepang ( Asia )
Server Surabaya
Server Singapura
Hasil kecepatan download Update Kaspersky bisa sampai 159,85 kb/s
Hasil kecepatan download Update Kaspersky idm bisa 103 kb/s sampai 210 kb/s
Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materil dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara lata tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan lata sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat Anda sekalian yang semoga berguna buat yang membacanya :
1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong Idta bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesusahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun Idta bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup Idta dibentuk oleh apa yang paling sering Idta pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, Idta cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, Idta tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.
Pasti seru ya jika kita bisa mengerjakan tugas kelompok dari rumah masing-masing? Kita tidak perlu bersusah payah berkumpul di suatu tempat untuk mendiskusikan proyek yang harus dikumpulkan minggu depan.
Cukup buka komputer, buka sambungan internet, dan memanfaatkan fasilitas multiperson chatting. Pada tahap ini, kita bisa juga langsung berbagi dokumen dengan teman sekelompok, mengeditnya bersama-sama, hingga berdiskusi untuk mematangkan ide-ide yang muncul.
Ilustrasi ini dimunculkan dalam kegiatan visitasi dan seminar bertajuk Transformation and Innovation through Collaborative Learning di kantor Google untuk kawasan Asia Pasifik, di Singapura, Senin (7/5/2012).
Pada kegiatan tersebut, puluhan kepala sekolah dan pengurus yayasan tingkat SMA/sederajat di Jakarta mendapatkan gambaran betapa pemanfaatan teknologi informasi komunikasi (TIK) dapat sangat membantu kegiatan belajar mengajar.
Pepita Gunawan dari Education Advocate Cyberspace Access, Google Asia Pasifik menjelaskan, ilustrasi tersebut tidak hanya memaparkan pemanfaatan TIK dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi antarsiswa sebagai anggota tim.
Menurut saya, kolaborasi dan penguasaan teknologi adalah kebudayaan yang diperlukan generasi muda untuk dapat bersaing di era global. Kita harus terbuka dalam mengemukakan, mendengarkan, dan menerima ide-ide baru, ujarnya.
Wanita asli Indonesia ini mengimbuhkan, penanaman dua nilai kebudayaan perlu dimulai sejak masa sekolah. Alasannya, keduanya merupakan bekal bagi para siswa untuk memasuki dunia kuliah dan kerja yang memang menekankan pentingnya kolaborasi dan penguasaan ICT.
Pepita mengimbuhkan, di abad ke-21 ini, seseorang butuh lebih dari sekadar penguasaan akademik untuk mampu bersaing secara global. Seseorang, ujarnya, harus juga menguasai kemampuan belajar dan berinovasi. Termasuk di dalamnya adalah mampu berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, memiliki kreativitas dan daya inovasi, serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Sementara, penguasaan TIK juga termasuk sadar akan pengelolaan kemampuannya untuk digunakan pada arah yang baik,Pepita mengimbuhkan.
Para guru dan kepala sekolah yang mengikuti sesi visitasi tersebut mengaku mendapatkan berbagai pengetahuan baru. Mahfuz dari SMK Satria, Srengseng, Jakarta Barat, menuturkan kepada Okezone, meskipun penggunaan TIK di sekolahnya sudah cukup dominan, dia belum maksimal memanfaatkan fitur-fitur tambahan dalam akun email yang dimilikinya.
Sepulangnya dari sini, saya akan coba mempraktikannya dengan para murid saya, terutama mereka yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di berbagai tempat, ujar Mahfuz.
Di sekolahnya, para siswa jurusan teknologi informasi (TI) sudah sangat akrab dengan teknologi. Tidak heran, tugas sehari-hari mereka adalah membuat program komputer, membangun website, atau mengerjakan proyek TI lainnya. Komposisi pelajaran, kata Mahfuz, adalah 75 persen praktik dan 25 persen tatap muka.
Pengalaman Mahfuz ternyata berbeda dengan yang dialami Vincentin dari SMA Marsudirini. Dia mengaku, meski sekolahnya telah memanfaatkan TIK dalam kegiatan belajar mengajar, penerapan TIK lebih optimal terkendala di kesulitan para guru untuk meningkatkan kemampuan penguasaan TIK mereka. Belum semua guru bisa memanfaatkan internet,ujar Vincentin.
Senada dengan Vincentin, Calista dari perguruan Marsudirini mengimbuhkan, terkadang kesulitan itu merupakan akibat banyaknya beban guru dari sekolah seperti menyiapkan materi pelajaran, memeriksa tugas, dan mengembangkan teknik pengajaran. Akibatnya, begitu sampai rumah kebanyakan guru sudah terlalu lelah untuk belajar lagi,keluhnya.
Padahal, seperti dikatakan Rektor Binus University Harjanto Prabowo, seorang guru juga harus melek teknologi agar mampu member contoh ke anak didiknya.Jika guru sudah melek dan menguasai TIK, maka perannya pun bergeser, dari sebatas guru menjadi partner belajar,ujar Harjanto.
Kunjungan ke Google Asia Pasifik ini merupakan bagian dari kegiatan School Executive Excursion Program 2012 yang merupakan kerjasama antara Binus University dan Acer untuk memberikan tambahan wawasan kepada pimpinan sekolah, di level SMA/sederajat. Kegiatan yang digelar hingga 9 Mei ini meliputi studi banding, kunjungan industri, serta seminar-seminar seputar teknologi dan perkembangan pendidikan global.
(rhs)
Sumber : Okezone.com, 8 Mei 2012
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyebutkan dua Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tersebut adalah PMK Nomor 34/PMK.07/2012 dan PMK Nomor 35/PMK.07/2012.
PMK yang mulai berlaku pada 9 Maret 2012 ditetapkan dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 28 ayat (12) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012.
Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) diberikan kepada Guru PNSD yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan kuota Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2011.
Sedangkan Dana Tambahan Penghasilan Guru PNSD diberikan sebagai tambahan penghasilan bagi Guru PNSD yang belum mendapatkan tunjangan profesi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Tunjangan profesi diberikan satu kali gaji pokok Guru PNSD yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhitung mulai 1 Januari 2012 dan untuk dana tambahan penghasilan akan diberikan sebesar Rp250 ribu per orang per bulan juga terhitung mulai 1 Januari 2012.
Adapun alokasi untuk tunjangan profesi Guru PNSD tahun 2012 adalah sebesar Rp30,56 triliun dan alokasi untuk dana tambahan penghasilan Guru PNSD sebesar Rp2,89 triliun.
Penyaluran dan pembayaran tunjangan serta dana tambahan penghasilan Guru PNSD dilaksanakan secara triwulan. Adapun untuk waktu penyaluran yaitu pada triwulan I minggu terakhir Maret 2012, triwulan II pada minggu terakhir Juni 2012, triwulan III pada minggu terakhir September 2012, dan triwulan IV pada minggu terakhir November 2012.
Penyaluran dana pada triwulan I – IV dilaksanakan masing-masing sebesar seperempat dari alokasi tunjangan profesi dan dana tambahan penghasilan Guru PNSD.
Untuk tunjangan maupun dana tambahan tersebut, pembayaran dilaksanakan sebanyak 12 bulan dalam setahun dan tidak termasuk untuk bulan ke-13.
Pembayaran dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setelah menerima dana tersebut dalam rekening kas umum daerah secara triwulanan, yaitu untuk triwulan I paling lambat April 2012, triwulan II paling lambat Juli 2012, triwulan III paling lambat Oktober 2012, dan triwulan IV paling lambat Desember 2012.
Untuk menghindari sanksi penundaan penyaluran tunjangan profesi dan dana tambahan penghasilan Guru PNSD triwulan II tahun anggaran berikutnya, Pemda diwajibkan untuk menyerahkan laporan realisasi pembayaran kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Laporan diserahkan pada semester I paling lambat pada minggu pertama bulan Agustus 2012 dan untuk semester II paling lambat minggu terakhir bulan April 2013. (S034/Z002)
Antaranews.com, 23 April 2012














































