Rangkuman Berita

1 2 3 29

kop530

Penerimaan Peserta Didik Baru
Tahun Pelajaran 2015/2016

I.     SYARAT PENDAFTARAN

1.  Surat Keterangan Lulus dari Sekolah

2.  Surat Keterangan NUN Asli dan Foto Kopi NUN yang dilegalisir 1 lembar

3.  Nomor Peserta Ujian Nasional

4.  Foto kopi Kartu Keluarga (dengan menunjukkan aslinya)

5.    Foto kopi Piagam Kejuaraan, peringkat 1 atau 2 atau 3 Tingkat Kota, Provinsi/Nasional/Internasional sebanyak 1 lembar dan menunjukkan aslinya .

6.    Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Batu bagi peserta didik yang berasal dari luar kota

 

II.    SYARAT DAFTAR ULANG

1.  Print out bukti pendaftaran

2.  Foto Kopi Ijazah SD/MI yang dilegalisir 1 lembar

3.  Foto kopi NUN yang dilegalisir 1 lembar

4.  Pas Foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar

 

III.  JADWAL PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP NEGERI 01 BATU TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

NO

KEGIATAN

PELAKSANAAN

KETERANGAN

1. Pendaftaran 1 – 4 Juli 2015 Pengambilan formulir dan memasukkan data via online di SMP Negeri 01 Batu 
2. Verifikasi data 1 – 4 Juli 2015 Panitia PPDB 
3. Pengumuman 7 Juli 2015 Di SMP Negeri 01 Batu atau di Website: batu.siap-ppdb.com 
4. Daftar Ulang 8 – 9 Juli 2015 Pengambilan dan Pengembalian Formulir Daftar Ulang yang sudah lengkap persyaratannya. 
5. Pra MOS 26 Juli 2015 Di SMP Negeri 01 Batu
6. Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) 27-29 Juli 2015 Di SMP Negeri 01 Batu

PANITIA  PPDB

JAKARTA–Pemberian tunjangan profesi guru (TPG) yang pengukurannya belum dilakukan secara benar, akan diubah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pasalnya, di lapangan TPG masih diberikan merata, yaitu sebesar satu kali gaji tanpa mengukur profesionalitas tenaga pendidiknya.

Padahal dalam UU 15/2005 tentang Guru dan Dosen, pemberian TPG harus sesuai capaian kinerja dan prestasi guru.

“Ada yang salah dalam penyaluran TPG. Itu sebabnya pemerintah sedang menyusun ulang skema pemberian TPG,” kata Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tagor Alamasyah, Kamis (25/6).

Dia menyebutkan, tunjangan yang sejak 2005 diberikan merata akan dihitung secara profesional dengan memperhitungkan prestasi dan kinerja yang telah dicapai oleh guru. Instrumen pencapaian guru profesional ini bisa dilihat dari jumlah guru, pembinaan karir, penghargaan serta perlindungan yang diberikan.

“Selama ini UU belum dijalankan dengan benar, karena infrastruktur belum memadai. Sekarang kami siapkan paralel, infrastruktur dan mekanisme pemberian tunjangannya,” ucapnya.

Dijelaskan Tagor, jumlah ideal guru dapat dihitung dengan beban kerja 24 jam per minggu dan linieritas dengan sertifikasi. Untuk pembinaan karir, guru harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan jenjang karir.

“Sebagai penghargaan dan perlindungan, guru akan mendapatkan tunjangan profesi, maslahat tambahan, dan perlindungan hukum,” terangnya. (esy/jpnn)

Sumber :

JAKARTA–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyiapkan beberapa skenario dalam penentuan tunjangan profesi guru (TPG). Salah satu skema yang disiapkan adalah dengan tahapan uji kompetensi.

“Ada tiga komponen yang akan kami ukur yaitu penilaian kinerja guru (PKG), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan uji kompetensi guru (UKG),” kata Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tagor Alamansyah, Kamis (25/6).

Di awal tahun, lanjutnya, guru akan dinilai kompetensinya melalui UKG. Jika kompetensinya kurang, guru harus ke PKB. Setelah masuk PKB, kompetensi guru akan kembali diukur.

“Bagi guru yang memiliki peningkatan akan dihargai dengan kenaikan jenjang karir. Namun jika tidak, guru harus menyisihkan sebagian TPG yang diperolehnya untuk peningkatan kompetensi,” bebernya.

Dalam skema Kemdikbud, pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dilakukan berjenjang. PKB guru pertama (golongan IIIa-IIIb) fokus pada pengembangan diri sendiri, PKB guru muda (golongan IIIc-IIId) fokus pada pengembangan siswa, PKB guru madya (golongan IVa, IVb, IVc) fokus pada pengembangan sekolah. Dan PKB guru utama (golongan IVd-IVe) fokus pada pengembangan profesi.

Selain peningkatan kompetensi melalui PKB, Tagor mengungkapkan keberadaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan kelompok kerja guru (KKG) bisa digunakan sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi guru. Lewat KKG atau MGMP, guru bisa memanfaatkan TPG yang diperolehnya untuk meningkatkan kompetensi.

“Dengan pengukuran seperti ini, tunjangan guru bukan lagi menjadi hak, melainkan kewajiban yang harus dilaksanakan guru. Artinya dengan TPG yang diberikan tersebut guru harus mampu mengembangkan kompetensi diri. Jika tidak, tunjangan tersebut akan dihentikan,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2015/06/25/311680/Guru-Berkompetensi-Rendah,-TPG-nya-Dipotong

pns

JAKARTA – Hingga kini belum ada kepastian tanggal pencairan gaji ke-13 para pengawai negeri sipil (PNS) serta pensiunan PNS.

Pemerintah hanya memberikan ancar-ancar, pembayaran gaji tambahan ini dilaksanakan saat bulan puasa (Juni-Juli).

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman membenarkan rencana pembayaran gaji ke-13 untuk para PNS tadi.

“Bahkan arahan dari Pak Menteri (Yuddy Chrisnandi, red) diharapkan gaji ke-13 cair sebelum Lebaran,” katanya di Jakarta kemarin.

Herman menjelaskan setiap tahun PNS memang selalu mendapatkan gaji ke-13 menjelang perayaan lebaran. Gaji tambahan ini diharapkan menjadi seperti tunjangan hari raya (THR) bagi para PNS. Sebab selama ini tidak ada aturan tentang pencairan THR, maka sebagai gantinya dibuatkan gaji ke-13.

Ketentuan teknis pencairan gaji ke-13 ada di Kementerian Keuangan. Pada umumnya besaran gaji ke-13 ini seseuai denga gaji pokok plus tunjangan mengikat yang diterima PNS setiap bulannya.

Menjelang bulan puasa, Herman juga berharap kinerja aparatur pemerintahan tidak berkurang. Meskipun tetap wajib menjalankan ibadah puasa, PNS juga tetap bertugas melayani masyarakat.

Terkait dengan aturan jam kerja, biasanya ada ketentuan baru yang bersifat sementara selama bulan puasa. Namun sampai saat ini aturan jam kerja PNS selama lebaran belum dikeluarkan.

Herman juga mengatakan aturan tentang parcel lebaran. Dia menjelaskan parcel lebaran ini bisa menjurus pada pemberian gratifikasi. “Misalnya parcel ini diberikan oleh pihak-pihak yang terkait dengan jabatan seorang PNS,” katanya. Lebih baik Herman meminta para PNS tidak menerima pemberian parcel, apalagi dengan taksiran harga yang mahal.

Selain itu Herman juga mengingatkan tentang kedisiplinan PNS menggunakan kendaraan dinas. Setiap tahun Kementerian PAN-RB selalu mengingatkan bahwa kendaraan dinas tidak boleh dipakai untuk kepentingan keluarga.

Termasuk untuk mudik saat lebaran. Lebih baik untuk menghemat ongkos perawatan, mobil dinas diistrahatkan dulu di kantor masing-masing instansi. (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2015/06/03/307486/Kapan-sih-Pastinya-Gaji-ke-13-PNS-Cair-Ini-Penjelasannya

KOTA BATU – Pengukuhan dan pengambilan sumpah pengawas Ujian Nasional (UN) SMP/MTS se-Kota Batu digelar kemarin (18/4) di aula SMPN 1 Kota Batu. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispenpora) meminta para pengawas tidak memasang muka galak dan garang saat bertugas. Imbauan itu dilontarkan agar para pengawas tidak mengganggu konsentrasi siswa. ”Kalau pengawasnya sudah pasang wajah galak, siswa malah takut untuk mengerjakan dan nanti hasilnya malah tidak masksimal,” kata Dra Mistin, kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Batu.

sumpah pengawasTotal ada 347 orang panitia dan pengawas dikukuhan dengan mengucapkan sumpah pengawas dan menandatangani pakta integritas. Mereka akan bertugas pada UN SMP/MTs yang akan diselenggarakan pada 4 Mei hingga 7 Mei nanti.

Mistin membeberkan, dengan diucapkannya sumpah oleh pengawas ruang UN, pengawas diharapkan melaksanakan pengawasan sesuai aturan, lebih jujur dalam pengawasan dan tidak membantu siswa. UN tahun 2015 sepenuhnya untuk menguji seberapa besar kejujuran dari pengawas dan sekolah.

Sistem pengawasan menggunakan sistem silang. Baik intra sekolah maupun antar sekolah. Di intra sekolah, guru yang mengajar mata pelajaran A tidak diperbolehkan mengawasi pelaksanaan ujian mata pelajaran A. Itu untuk mengantisiapasi adanya kecurangan antara guru dan siswa.

Sedangkan silang antar sekolah dilakukan dengan cara guru dari SMP A mengawasi di SMP B, guru di SMP B mengawasi di SMP C dan seterusnya.

Menanggapi kesalahan soal listening UN Bahasa Inggris SMA lalu, Mistin berharap itu tidak terjadi pada UN SMP nanti. ”Walaupun SMP tidak ada listening, semoga ujian lancar tidak ada kendala dan kesalahan,” harap Mistin.(irr/yos)

Sumber : http://radarmalang.co.id/pengawas-un-smp-dilarang-pasang-muka-galak-13522.htm

Suka Nggandol Cikar, Belajar Renang di Sumber Gemulo

Semenjak lulus SMPN 1 pada 1988, Decky tak lagi tinggal di Batu. Setelah 27 tahun berlalu dan bertugas di berbagai daerah, arek Dusun Jemoyo Sidomulyo ini kembali sebagai kapolres.

MUKHLASHYIN

Sinar mentari begitu menyengat pada Kamis (16/4) pukul 09.00. Tetapi para perwira tinggi di jajaran Polres Batu tetap semangat sedang mengadakan simulasi upacara tradisi penyambutan dan pelepasan Kapolres Batu. Di depan pintu masuk, mereka membentuk barisan. Kadang melingkar dan memainkan sebilah pedang.

boks-batu-AKBP-Decky-HendarsonoDi lantai dua gedung Polres Batu, AKBP Decky Hendarsono SIK sedang berada di dalam ruangan kapolres.  Lulusan AKPOL angkatan 1997 ini tengah mempelajari berbagai dokumen di mejanya. ”Kami sibuk penyiapkan upacara fare well party pada Sabtu (18/4) besok,” kata Decky kepada wartawan Jawa Pos Radar Batu.

Decky adalah kapolres Batu yang berasal dari Batu. Setelah bertugas di berbagai tempat semenjak 1997, dia akhirnya menjadi orang nomor satu di Polres Batu sejak Rabu (15/4). Prosesi serah terima jabatan dilakukan di Polda Jatim. Decky mengantikan kapolres sebelumnya, AKBP Windiyanto Pratomo yang pindah menjadi Kapolres Bangkalan.

Decky lahir dan tumbuh besar di Kota Batu. Dia dibesarkan oleh kakeknya, Sardi dan neneknya di  Dusun Jemoyo, Gang Perikanan Desa Sidomulyo Kota Batu. Semasa SD dia bersekolah di SDN Sidomulyo 1. Lalu Decky melanjutkan ke SMPN 1 Batu lulus 1988. Untuk masa SMA dia melanjutkannya ke SMAK Karitas III Surabaya dan hidup bersama orang tuanya di Surabaya.

Decky menceritakan, sewaktu masih duduk di bangku SD Negeri Sidomulyo 1 Kecamatan Batu pada 1980-an, dia layaknya anak laki-laki pada umumnya. Dia senang bermain dan keluyuran bersama teman-temannya. Decky kecil dulunya suka bermain layang-layang, mengejar layangan yang putus dan sering mandi di Sumber Air Gemulo.

”Saya suka sambitan saat bermain layang-layang dan mengejar layangan yang putus tanpa alas kaki,” kata Decky mengingat masa lalunya.

Perwira yang kini berusia 42 tahun ini mengaku, saat masih duduk di bangku SD sering nggandol (menjadi penumpang gelap) cikar (pedati). Yaitu sebuah kendaraan tradisional yang ditarik oleh sapi. Baik saat berangkat atau pulang sekolah. Dia melakukan itu bersama teman-temannya.

Kala itu, kendaraan yang istimewa di desa wilayah Bumiaji adalah cikar. Upaya tersebut dia lakukan agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu. ”Karena tidak punya uang untuk membayar, kadang naik dari belakang. Dan sang kusir kadang jengkel dan mencambuk kami sebagai penumpang ilegal,”  kata bapak yang dikarunia empat anak ini.

 

Tentang kegemarannya mandi di Sumber Air Gemulo, kala itu Decky kecil tergolong nekat. Sebab di masyarakat setempat ada pantangan untuk tidak mendekati Sumber Air Gemulo. Kabar yang tersebar di warga adalah ada makhluk gaib yang hidup di Sumber Air Gemulo.

Tetapi Decky dan teman-temannya tidak peduli. Namanya anak-anak, meskipun dilarang oleh para tokoh masyarakat dan juga kakeknya yang bernama Sardi, dia dan teman-temannya tetap mendekati sumber air tersebut dan malah mandi disana berulang-ulang. Sebab Decky merasa penasaran dan ingin tahu tentang sumber air tersebut.

Di sumber air tersebut, bukannya bertemu dengan makhluk menyeramkan, dia dan para temannya melihat sumber air yang jernih dan menyegarkan. Sehingga mereka pun nyemplung dan belajar berenang serta mencari ikan di kali mawar.

”Buktinya tidak ada apa-apa dan hingga sekarang saya masih hidup sehat,” kata mantan Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Jatim 2013 hingga 2014 ini.

Decky kecil hidup bersama kakeknya. Ayah kandungnya bernama Fredi saat itu sibuk bekerja di perkapalan Surabaya dan membesarkan adik kandungnya Desy Kristanti.

Dalam asuhan Mbah Sardi, Decky mendapatkan didikan disiplin. Kakeknya mengajarkan, sebuah tugas harus bisa diselesaikan tepat waktu. Dan itu diterapkan kakeknya ketika suatu hari Decky menyelesaikan pekerjana rumah dari sekolah.

Kala itu, Decky harusnya belajar mulai pukul 19.00 hingga pukul 21.00. Namun, karena kecepekan bermain, Decky tertidur. Pekerjaan rumah dari gurunya belum diselesaikan. Mbah Sardi yang tahu Decky belum mengerjakan PR membangunkannya pada pukul 24.00. Decky pun wajib menyelesaikan PR-nya hingga pukul 03.00 pagi. ”Saya dibangunkan untuk menyelesaikan PR hingga malam hari. Harus selesai,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Malang pada 2006 ini.

Salain dididik disiplin, Decky merasa mendapatkan kasih sayang dari neneknya. Suatu hari, Decky kecil dibelikan sebuah tas. Upaya tersebut dilakukan agar Decky bersemangat belajar dan memiliki tas baru untuk sekolah.

Namun, saat tas baru itu dipakai sekolah, bukanya pujian yang dilontarkan teman-temanya. Decky malah dirundung sebagai penjual obat. Karena  bentuk tas baru itu adalah tas koper yang kala itu banyak digunakan penjual obat keliling.

”Saya diledekin teman-teman. Sebab saya dibelikan tas koper. Dan esokya saya tidak pakai lagi karena malu,” ungkap mantan Kanit 1 B Ditintelkam Polda Jatim ini.

Hidup dalam kesederhanaan membuatnya mempunyai cita-cita setinggi langit. Agar kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Selain itu, dia menyakini jika dengan kesunguhan, maka cita-cita bisa diraih. Hingga dia pun masuk Akpol dan kini menjadi Kapolres Batu. ”Saya jadi polisi untuk mengabdi ke negara dan masyarakat. Dan itu pilihan hidup,” kata Decky.

Terkait kecintaannya kepada kampung halamannya, Decky akan bertugas dengan sebaik-baiknya. Decky memprogramkan akan sering terjun langsung ke masyarakat untuk menjaga kamtibmas.

Selain itu, khusus untuk lalu lintas, pihaknya berupaya mencari solusi kemacetan lalu lintas. Apalagi Kota Batu sudah dikenal sebagai kota wisata. Salah satu program lalu lintasnya adalah contra flow dan jalur satu arah pada hari libur dan pada akhir pekan.

”Saya coba pantau dan terjun langsung ke lapangan untuk mengurai kemacetan. Kita cari solusinya,” kata suami Idayu Parameswari ini. (*/yos)

Sumber :http://radarmalang.co.id/akbp-decky-hendarsono-arek-batu-yang-dilantik-menjadi-kapolres-batu-13485.htm

Sabtu, 04 April 2015 , 05:45:00

Pencairan Tunjangan Profesi Guru Jangan Lewat 16 April

054713_87263_guru_baris_HL

JAKARTA – Seluruh pemda harus mencairkan tunjangan profesi guru (TPG) triwulan I 2015 sebelum 16 April mendatang. Pencairan TPG untuk guru PNS daerah rawan macet karena uangnya mampir dulu ke rekening pemerintah daerah (pemda).

Total anggaran untuk pembayaran TPG tahun ini mencapai Rp 66,4 triliun. Anggaran itu dicairkan dalam empat tahap (triwulan). Masing-masing sekitar Rp 16,5 triliun. Khusus untuk pencairan triwulan pertama, Kemendikbud memastikan dana Rp 16 triliun sudah masuk ke kas pemda.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Sumarna Surapranata menyatakan, total guru PNS daerah yang mendapat TPG mencapai 990.482 orang.

Tetapi, yang sudah mengantongi SK pencairan tunjangan baru 775.376 guru (78 persen). ’’Kami belum tahu apakah sudah dicairkan atau belum. Saya berharap sudah dicairkan,’’ lanjut pejabat yang akrab disapa Pranata itu.

Sesuai dengan aturan, TPG triwulan pertama ini dicairkan pada 1–16 April. Karena itu, Pranata berharap pencairan TPG tuntas sebelum 16 April. Apalagi saat ini anggaran TPG sudah ditransfer ke pemda.

Dia menuturkan, pencairan TPG untuk guru non-PNS jauh lebih cepat. Sebab, mekanismenya, uang TPG dicairkan langsung dari Kemendikbud ke rekening guru, tanpa melalui rekening pemda seperti pencairan TPG guru PNS daerah.

Kemendikbud sudah menerbitkan SK perintah pencairan TPG bagi 62.161 guru non-PNS. ’’Pencairannya sudah selesai semua. Bahkan sudah dicairkan mulai akhir Maret lalu,’’ tandasnya. Dia berharap pencairan TPG untuk guru PNS bisa cepat seperti guru non-PNS. Dengan demikian, di lapangan tidak ada kecemburuan pencairan TPG antarguru.

Pranata menjelaskan, pencairan TPG bertujuan meningkatkan mutu guru. Diharapkan, TPG bisa digunakan guru untuk mengikuti seminar-seminar, pelatihan, atau pendidikan singkat yang terkait dengan peningkatan kompetensi.

Dengan demikian, tudingan bahwa TPG belum berdampak pada peningkatan kualitas guru bisa dihapus. (wan/c5/end)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2015/04/04/296027/Pencairan-Tunjangan-Profesi-Guru-Jangan-Lewat-16-April

Rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan Maret 2015
JAKARTA- Penerapan kurikulum nasional menjadi tema hangat saat pelaksanaan rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan yang telah ditutup kemarin (31/3). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Furqon mengatakan, ada usulan dari daerah-daerah agar penerapan kurikulum nasional berlangsung secara bertahap.
“Ada skema penerapan kurikulum nasional oleh sekolah yang berdasarkan Permendikbud No 160 Tahun 2014,” kata Furqon dalam keterangan persnya, Rabu (1/4).
Permen ini mengatur sekolah yang melaksanakan K13. Yakni, sekolah yang baru menerapkan kurikulum tersebut sejak Juli 2013. Sedangkan sekolah yang melaksanakan K13 mulai Juli 2014 akan kembali kepada kurikulum 2006.
“Sekolah yang meneruskan K13 sebanyak 16.992 dengan rincian sebanyak 6.098 sekolah sasaran, 10.868 sekolah mandiri, dan 26 sekolah tambahan tahap satu untuk kepentingan pengimbasan,” terangnya.
Untuk diketahui, sekolah sasaran adalah sekolah yang ditetapkan oleh pemerintah pada Juli 2013 untuk melaksanakan kurikulum 2013. Sedangkan sekolah mandiri adalah sekolah yang secara sukarela menyediakan dana untuk pelatihan guru,  pengadaan buku, dan bersama sekolah sasaran melaksanakan K13 mulai Juli 2013.
Sekolah yang kembali menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sekolah yang baru melaksanakan K13 pada Juli 2014, juga sekolah yang sudah tiga semester melaksanakan K13 tapi menyatakan diri belum siap. (esy/jpnn)
Sumber :http://www.jpnn.com/read/2015/04/01/295533/K13-Dilakukan-Secara-Bertahap

Batu,
Para kepala sekolah dan operator sekolah dari sejumlah sekolah dasar di kecamatan batu kota Batu mendapat pelatihan tentang aplikasi pendataan PTK (padamu negeri) tahun 2015 pelatihan tersebut digelar oleh dinas pendidikan setempat

DSC03370Pelatihan tentang aplikasi pendataan PTK (padamu negeri) tahun 2015 untuk para kepala sekolah dan operator sekolah ini digelar di aula dinas pendidikan kota Batu pelatihan dibuka langsung oleh kepala dinas pendidikan kota Batu Hj Mistin

Dengan alasan terbatasnya tempat pelatihan tahap awal ini hanya dikhususkan bagi KASEK dan operator sekolah dari kecamatan Batu saja berikutnya giliran untuk kasek dan operator sekolah dari kecamatan Bumiaji dan Junrejo

Menurut Hj Mistin tujuan kegiatan ini untuk melatih para KASEK dan operator sekolah agar mereka bisa mendata guru dengan baik pendataan guru tersebut sangat diperlukan karena nantinya semua guru harus memiliki dokumen penilaian kinerja guru (PKG)

Dokumen PKG tersebut sangat dibutuhkan oleh para guru sebagai syarat untuk bisa mendapatkan tunjangan guru sertifikasi (TPP) sehingga tidak mungkin seorang guru bisa mendapatkan sertifikasi kalau tidak memiliki dokumen PKG

Sementara terkait siapa yang berhak menilai masing-masing guru tersebut/ menurut Hj Mistin pemerintah sudah menunjuk sejumlah asesor para asesor tersebut adalah orang orang pilihan yang sudah terlatih

Dengan digembleng melalui pelatihan ini  diharapkan para KASEK dan operator sekolah nantinya tahu cara yang benar untuk memasukkan data guru sehingga data guru yang sudah mendapat PKG jadi benar mulai dari daerah sampai pemerintah pusat

Sumber : Hasan Syamsuri / Agropolitan News / atv / kota Batu

http://batukota.go.id/berita-1204-kasek-dan-operator-sekolah-dilatih-aplikasi-pendataan-ptk.html

JAKARTA – Sebanyak 104.308 guru kehilangan sebagian jam mengajar seiring penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menggantikan Kurikulum 2013 (K-13).

HUT PGRIDampaknya mereka bisa tidak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). Sebab tidak mampu mengejar beban minimal mengajar 24 jam tatap muka per pekan.

Sebelum menjadi masalah yang meluas di kalangan guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan langkah antisipasi.

Yakni mengeluarkan kebijakan ekuivalensi atau penyetaraan. Tujuannya supaya guru-guru yang terpangkas jam mengajarnya itu tetap bisa mengejar batas minimal 24 jam tatap muka per pekan.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemedikbud Sumarna Surapranata menuturkan ada lima kegiatan yang diekuivalen seperti mengajar di dalam kelas. “Pembobotannya juga ada. Sama seperti bobot mengajar di kelas,” jelasnya.

Kelima kegiatan itu adalah menjadi wali kelas disetarakan dengan beban mengajar 2 jam pelajaran per pekan. Kemudian menjadi pembina OSIS setara 1 jam pelajaran, menjadi guru piket setara 1 jam pelajaran, membina kegiatan ekstrakurikuler berbobot 2 jam pelajaran, dan terakhir menjadi tutor paket A, B, dan C serta pendidikan kesetaran memiliki bobot sesui dengan alokasi jam pelajaran yang dilakukan.

“Ketentuan ini hanya untuk guru yang kemarin mengajar K-13 tetapi sekarang kembali ke KTSP. Tidak berlaku untuk guru SD,” tandas pejabat yang akrab disapa Pranata itu.

Ketentuan lainnya adalah tambahan dari kebijakan ekuivalensi ini maksimal hanya 6 jam pelajaran per pekan. Artinya 18 jam pelajaran lainnya harus didapat guru dari kegiatan mengajar di dalam kelas.

Dengan kebijakan ini Pranata menjelaskan kebijakan perubahan implementasi K-13 menjadi KTSP tidak merugikan guru. Guru-guru yang jam mengajarnya terpangkas, tetap bisa mendapatkan TPG melalui skenario ekuivalensi itu.  (wan/end)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2015/02/27/289499/Jam-Mengajar-Terpangkas,-Ini-Solusinya-agar-Tetap-Dapat-TPG

1 2 3 29