Rangkuman Berita

1 2 3 24

irjen-haryono-umar250JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan kajian dan penelitian tentang pengadaan barang dan jasa.

Salah satu sasaran mereka adalah program pencairan tunjangan profesi guru (TPG) di Kemendikbud. Kebetulan sampai saat ini pengaduan masalah pencairan TPG belum juga surut.

Irjen Kemendikbud Haryono Umar menuturkan, memang benar pencairan TPG masih sarat masalah.

“Laporan yang masuk ke kamis masih banyak,” tandasnya kemarin. Tetapi Haryono mengelak jika dijadikannya Kemendikbud sebagai sasaran penelitian KPK itu terkait dengan masalah pencairan TPG.

Semua kementerian atau lembaga tentu menjadi objek penelitian kajian kebijakan pengadaan barang dan jasa oleh KPK. Dari hasil kajian itu, nantinya KPK akan membuat rekomendasi perbaikan.

“Tahun lalu Kemendikbud juga menjadi objek penelitian. Khususnya pelayanan dasar di Ditjen Pendidikan Tinggi,” kata Haryono.

Mantan pimpinan KPK itu justru berharap kajian KPK atas pelayanan TPG di Kemendikbud nanti membuahkan banyak saran perbaikan. Sebab dia juga sedang terus mencari solusi mengatasi laporan masalah pencairan TPG oleh masyarakat.

“Laporan paling banyak adalah pungutan oleh dinas pendidikan kepada guru penerima TPG,” katanya.

Haryono menuturkan pengutan itu bisa dijatuhi sanksi pidana karena masuk kategori gratifikasi. Dia menjelaskan polisi atau KPK harus ekstra tegas kepada jajaran dinas pendidikan yang masih menerima pemberian uang dari guru-guru penerima TPG.

Haryono menuturkan tidak mungkin pemberian dari para guru itu bersifat sukarela. Pemberian itu diduga kuat diawali dari ancaman dari dinas pendidikan. Haryono lantas berusaha membuktikan laporan itu.

Dari salah satu inspeksi di sekitar Jakarta beberapa waktu lalu, Haryono menemukan ada sejumlah guru yang menyerahkan uang Rp 30 juta ke jajaran dinas pendidikan setempat.

“Guru bilangnya sukarela,” tutur Haryono. Tetapi temuan di lapangan ini sudah masuk kajian KPK. Haryono berharap kasus ini berujung pada praktek penyuapan atau pemberian gratifikasi. Sebab yang menerima uang Rp 30 juta itu adalah oknum pegawai dinas pendidikan setempat.

Menurut Haryono uang TPG itu adalah hak pribadi guru. Dia menghimbau supaya guru penerima TPG tidak meladeni permintaan upeti dari dinas pendidikan setempat. Keputusan guru layak mendapatkan TPG atau tidak, merupakan kewenangan Kemendikbud bukan dinas pendidikan daerah.

Haryono menjelaskan pencairan TPG secara langsung ke rekening guru niatnya untuk menghindari pemangkasan. Tetapi meskipun sudah dicairkan langsung ke guru, masih saja ada praktek pemangkasan dengan modus lain. Yakni guru yang sudah menerima pencairan TPG, wajib setor sejumlah uang ke oknum di dinas pendidikan. (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/10/22/265129/Pencairan-TPG-Jadi-Objek-Penelitian-KPK-#

DSC03788200BATU – Ruas jalan protokol jantung kota, Sabtu siang hingga petang kemarin seakan jadi milik ribuan pelajar mulai dari jenjang SD, SMP maupun SMA. Sepanjang sekitar 2 Km, kesemuanya penggelar pawai ekstrakurikuler. Trotoar pinggiran jalan pun berpagar penonton, berjubel.
Masing-masing sekolah, sengaja menampilkan sajian terbaik demi menyemarakan HUT Kota Batu ke 13. SMPN 1 Batu, misalnya, menerjunkan 400 siswa menyajikan karawitan, qosidah, grup musik modern tradisional, olahraga Tapak Suci hingga musik goyang (tradisional).
Mereka memainkan musik dan menjadikan aspal jalan, sebagai panggung bergerak. Begitu pula dengan kontingan dari sekolah-sekolah lainya, ragam kesenian dan budaya disajikan beriringan. Praktis, sepanjang Jalan Panglima Sudirman (block office) hingga Alun Alun Jalan Gajahmada, ditutup total untuk arus lalu lintas.
Sementara di panggung kehormatan, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama istri, Ketua DPRD Cahyo Edi Purnomo beserta pejabat dan kepala dinas lainnya, terus memberikan tepuk tangan dan kadang melambaikan tangan. Bahkan, Dewanti Rumpoko terpancing ikutan menari dan joget diiringi musik tradisional yang dimainkan siswa siswa itu.
Sekalipun pawai pelajar ini menempuh jarak cukup jauh, tidak terlihat peserta lelah. Sebaliknya, mereka kerap narsis saat beberapa penonton mengeluarkan gadget maupun kamera.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Hj. Mistin mengatakan, ada 144 sekolah yang turun menyemarakan pawai sekolah ini. Rincinya, 86 SD/MI, 33 SMP/MTs dan 25 SMA/SMK sederajat.
Selain menyemarakkan ulang tahun Kota Batu, menurut Mistin, setiap sekolah juga disiapkan panggung untuk saling menunjukkan keunggulan masing-masing terutama kegiatan ekstrakurikulernya. “Kalau seperti ini kan masyarakat akan tahu potensi setiap sekolahan,’’paparnya.
Mantan Kadisbudpar ini menambahkan, kegiatan seperti itu akan menjadi agendar rutin setiap tahunnya. Hal ini sangat positif dalam pengembangan pendidikan, sekaligus memotivasi pelajar agar giat dalam menampilkan kreatifitasnya.
Sebab, sekalipun hanya kota kecil namun potensi pelajar Kota Batu, tidak kalah saing dengan daerah-daerah lain. Hal ini terbukti begitu banyak penampilan eksrakurikuler setiap sekolah. “ Selama ini memang kurang digali untuk ditampilkan di hadapan publik. Karena itu, pawai pelajar ini harus jadi kalender tahunan,’’papar Mistin.(mik/lyo)

Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/93678-ribuan-siswa-turun-jalan-adu-kreatifitas
                                         Pawai  yang dikemas semarak menjadi salah satu agenda HUT ke-13 Kota Batu

http://www.malang-post.com/images/stories/AGROPOLITAN/1710-pawai-batu.gifHUT Kota Batu

BATU – Perayaan HUT ke-13 Kota Batu sangat meriah tahun ini. Panitia sudah merancang kegiatan serba 13 untuk menyesuaikan dengan hari jadi, yakni 13 kegiatan, 13 lokasi, 130 jam, 1300 pengisi acara dan 130.000 pengunjung.
Kegiatan serba 13 ini merupakan acara inti HUT ke-13 Kota Batu. Kegiatan serba 13 itu juga berguna untuk pemecahan rekor MURI karena selama ini kegiatan-kegiatan seperti itu belum ada. ‘’Karena sekarang ini HUT ke-13 Kota Batu, kami sudah merancang kegiatan serba 13 sebagai acara inti,’’ ungkap Arief As Sidiq, Ketua Panitia HUT ke-13 Kota Batu kepada Malang Post, kemarin.
Kegiatan serba 13 itu diawali dengan mural menghias lingkungan pada 24 desa dan kelurahan di Kota Batu pada  22-24 Oktober. Kegiatan itu kemudian dilanjutkan lomba ibu-ibu PKK dengan waktu yang sama di Balai Kota Batu, lomba asah terampil di Taman Hutan Kota dilaksanakan 22-25 Oktober.
Selanjutnya, kegiatan serba 13 dilanjutkan dengan expo-exhibition youth & Student KWB 22-25 Oktober di Stadion Brantas. Bersamaan dengan acara itu, pameran UKM dan hasil pertanian juga digelar di Stadion Brantas. Pameran foto Batoe Djadoel dilaksanakan 22-25 Oktober di Alun-alun Kota Batu, KWB traditional game championship dilaksanakan di Gelora Panderman Junrejo, 24-25 Oktober.
Untuk Festival Seni Rakyat dilakukan di lapangan Translok Tulungrejo, 24-25 Oktober, festival Orari berada di lapangan block office 24-25 Oktober, festival burung berkicau dilaksanakan di halaman Dinas Perumahan 25 Oktober, seminar organik berada di hotel Kusuma Agrowisata 22 Oktober, final poco-poco dan jalan sehat organik berlangsung 24 Oktober.
Selain acara serba 13 tersebut, kata dia, HUT ke-13 Kota Batu masih dimeriahkan dengan agenda pembuka dan kegiatan akbar. Agenda pembuka itu antara lain lomba cipta lagu mars KWB, gugur gunung, lomba ketangkasan memasang tenda, dan senam jantung sehat yang sudah berlangsung.
Kegiatan upacara hari jadi, tasyakuran ikut menjadi agenda pembuka. Agenda pembuka lain adalah karnaval pelajar KWB start dan finish di block office, 18 Oktober, turnamen bilyard di GS ART & Café, 17-19 Oktober, Jambore Nasional IMI di Stadion Brantas, 17-19 Oktober, kejurnas downhill di Bukit Klemuk Songgoriti, 17-19 Oktober dan poco-poco shining Batu, 20-21 Oktober.
‘’Sedangkan agenda akbar adalah Batu Night Race di Jalan Sultan Agung, 1 November serta karnaval in the shining Batu, 2 November,’’ tegas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu ini. (feb/nug)

BATU –Sudah waktunya Dinas Pendidikan Kota Batu, berani berinovasi dalam mengemas kegiatan belajar-mengajar di kelas.  Salah satunya mengembangkan kelas inspirasi yang pekan lalu sudah diawali Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama istrinya, Dewanto Rumpoko, pekan lalu. Pengajaran dengan mendatangkan para tokoh itu, perlu dilakukan berkala di kota wisata ini.
Pekan lalu, Dewanti menjadi salah satu pengajar kelas inspirasi di SD Gunungsari 1. Sedangkan Eddy Rumpoko, mengajar di SD Gunungsari 4 Kecamatan Bumiaji. Selama sehari, keduanya menjadi guru SD yang mendapatkan sambutan luarbiasa dari siswa.
’’Kalau dilakukan rutin kelas inspirasi ini sangat bagus. Pengajaran seperti itu tak beda dengan kuliah tamu dengan menghadirkan pengajar tokoh-tokoh di perguruan tinggi,’’ ungkap Dewanti kepada Malang Post.
Bahkan, kata dia, kelas inspirasi tidak hanya bisa dilakukan di tingkatan SD. Melainkan juga bagus diterapkan di jenjang SMP, SMA. Sedangkan tokoh-tokoh yang mengajar, bisa dari unsur alumni sekolah masing-masing yang notabene sudah sukses maupun tokoh Kota Batu lainya bisa pengusaha dan sebagainya.
Mantan Ketua PRSI Kota Malang, ini menambahkan, kedatangan tokoh-tokoh sukses  seperti itu bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak sekolah. Mereka dapat berbincang langsung mengenai kiat kesuksesan sang tokoh. Pengajaran oleh guru tamu itu, pasti memberikan suasana lain. Bisa saja selama ini anak-anak memiliki rasa bosan, karena setiap hari harus bertemu dengan guru yang sama plus model pembelajaran juga monoton.
’’Kalau pembelajaran ini ditangkap oleh Dinas Pendidikan dan akan ada model-model pembelajaran serupa, sudah barang tentu akan menjadi sangat baik. Bagaimanapun juga anak-anak sekolah membutuhkan inspirasi, sehingga kelas inspirasi akan menjadi solusi,’’ pungkas ibu tiga anak ini. (feb/lyo)

Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/93297-kelas-inspirasi-layak-dikembangkan

0 comments

BATU- Bimbingan belajar interaktif melalui siaran langsung siaran televisi ATV yang dilangsungkan oleh Dinas Pendidikan Kota Batu, dinilai efektif dalam mempersiapkan siswa mengikuti Ujian Nasional (UN) 2015. Pembelajaran model seperti itu, memang telah dilakukan baik untuk jenjang SMP, SMA/SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Hj Mistin mengakui bahwa bimbingan belajar di ATV yang tayang seminggu 4 kali ini, sudah berjalan sejak 1 September lalu dan rencananya program tersebut, berakhir pada Nopember mendatang.
Dalam satu minggu, kata dia, ada empat kali tayangan langsung bimbel yang dipandu oleh guru. Selain praktis pemyampaian materi pelajarannya, juga dapat dinikmati semua siswa, dan guru. Rincinya, untuk Senin dan Rabu merupakan materi bagi siswa SMA/SMK. Sedangkan Selasa dan Kamis, bimbil untuk siswa SMP.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Bukan hanya masyarakat kota ini saja, melainkan siswa-siswa Malang Raya, Pasuruan dan Probolinggo, yang bisa menangkap siaran ATV untuk bimbel model tersebut,”ungkapnya.
Konsep pembelajaran seperti itu, sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun lalu. Namun tahun ini kemasan pembelajarannya lebih baik, dan lebih detail penyampaiannya. Tujuannya, tambah dia, jelas untuk membangun mental dan pendalaman materi bagi siswa guna melangsungkan UN.
Menurutnya,  Dinas Pendidikan telah mengajak semua siswa dan guru serta kepala sekolah untuk mengikuti bimbel tersebut, sekaligus bisa saja pembelajaran yang disampaikan ini dipraktekkan plus diterapkan di sekolah.
Kendati begitu, program bimbel yang tayang tiap pukul 15.00 hingga 16.00 ini, menjadi salah satu persiapan Dinas Pendidikan. Meski berakhir pada November, pihaknya berupaya akan menayangkan ulang sejak awal tahun 2015 hingga menjelang UN.
“Kami akan tayangkan kembali supaya siswa terbantu dan dapat mengulas kembali materi-materi UN. Seperti Matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Inggris, Biologi dan materi lainnya,”paparnya.
Mantan Kadispartabud ini mengungkapkan, pihaknya tidak jumawa dan  optimis dengan program tersebut karena semuanya terletak pada siswa. Dinas pendidikan hanya memberikan fasilitas dan program, dalam rangka menyongsong UN.
Selain program bimbel live TV, pihaknya juga akan melangsungkan try out untuk SMP dan SMA. “Rencananya try out digelar pada awal tahun 2015, kami harap upaya ini dapat diikuti semangat siswa,”pungkasnya.(mik/lyo)

Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/93024-berdampak-positif-bimbel-live-diteruskan

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya memastikan kenaikan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Kenaikan ini merupakan imbas dari anggaran fungsi pendidikan yang mencapai Rp 409,1 triliun.

Anggaran fungsi pendidikan yang mencapai Rp 409,1 triliun, setara dengan 20,006 persen dari total belanja negara di APBN 2015. Jika dibandingkan dengan anggaran fungsi pendidikan di APBN 2014, terjadi kenaikan sebesar Rp 5,2 triliun.

Dari sisi pengelolaannya, anggaran fungsi pendidikan itu terbagi menjadi dua. Yakni anggaran fungsi pendidikan yang dikelola dalam belanja pemerintah pusat Rp 154,2 triliun. Kemudian anggaran fungsi pendidikan yang dikelola pemerintah daerah sebesar Rp 254,9 triliun.

Direktur Pembindaan SMP Ditjen Dikdas Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, kenaikan dana pendidikan dalam APBN 2015 berdampkan pada kenaikan alokasi dana BOS.

Khusus untuk jenjang SMP, dana BOS naik dari selama ini Rp 700 ribu/sisi/tahun menjadi Rp 1 juta/siswa/tahun.

“Total penerimanya ada sekitar 9,4 juta anak SMP,” katanya di kantor Kemendikbud kemarin. Dengan jumlah penerima 9,4 juta anak itu, maka total anggaran untuk dana BOS jenjang SMP adalah Rp 9,4 triliun.

Sedangkan untuk jenjang SD, pemerintah juga menaikkan alokasinya. Yaitu dari yang saat ini Rp 580 ribu/siswa/tahun, menjadi Rp 800 ribu/siswa/tahun. Terkait dengan kenaikan alokasi dana BOS ini, pembelajaran di SD dan SMP yang saat ini sudah gratis semakin berkualitas.

Dengan kenaikan ini, juga diharapkan tidak ada alasan lain bagi sekolah untuk mengutip uang-uang pendidikan ke murid.

Didik menuturkan pencairan dana BOS tetap menggunakan sistem yang sudah berjalan tahun ini. Yakni dana dikirim dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi.

Setelah itu langsung dikirim ke masing-masing sekolah penerima dana BOS. Sistem ini lebih efektif  dibandingkan menitipkan uang dana BOS ke pemkab atau pemkot terlebih dulu.

Dia juga menjelaskan dana BOS ini dicairkan di awal periode. Misalnya untuk periode Januari-Maret, dana BOS akan dicairkan di awal Januari. Sehingga dana BOS bisa dipakai untuk membayar biaya operasional sekolah tiga bulan ke depan. (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/10/04/261667/Dana-BOS-Naik,-SD-Rp-800-Ribu,-SMP-Rp-1-Juta-

BATU- Dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Dinas Pendidikan Kota Batu dalam minggu-minggu ini akan melangsungkan Penilaian Kinerja Guru (PKG). Jumlah guru yang bakal dinilai tim Asesor, sebanyak 1.100 orang.
Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdikpora Kota Batu, Abdur Rais Abin mengatakan, bahwa memang penilaian langsung ditangani tim Asesor.“Tim Asesor ini terdiri dari kepala sekolah dan guru-guru senior di Kota Batu, yang sebelumnya telah dibentuk oleh Disdikpora, ”tandasnya.
Seluruh guru mulai dari jenjang TK/Paud, SD, SMP dan SMA/SMK bakal dilakukan penilaian. Namun pelaksanaannya tidak serentak, tergantung pada pengajuan dari sekolah masing-masing. Hasil penilaian, kata dia, sebagai salah satu syarat untuk pengajuan kenaikan pangkat. Namun apabila nilai guru tidak mencapai target, otomatis yang bersangkutan belum berhak mengajukan kenaikan pangkat.
Penilaiannya langsung menggunakan sistem online, sehingga guru-guru dapat melihat hasilnya. Kreteria meliputi keilmuan guru, kompetensi, manajerial dalam kelas dan wawasan. “Setiap tahun mereka akan dinilai, kalau masih kurang maka kami sarankan untuk terus berbenah dan meningkatkan SDM masing-masing,”jelasnya kepada Malang Post.
Rais belum mengetahui pasti, tentang berapa jumlah guru yang nilainya dibawah rata-rata. Karena untuk PKG masih berjalan sejak tahun 2012 lalu, dan baru dilakukan penilaian tahun ini.“Yang jelas masih banyak guru-guru yang nilainya dibawah rata-rata, dan adanya PKG ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk meningkatkan SDM,”ungkap dia.
Ditambahkan, tenaga pendidik merupakan sektor penting dalam memajukan dunia pendidikan. Oleh karenanya, perbaikan dan peningkatan SDM sangat penting. Agar saat mengimplementasikan mata pelajaran pada siswa, lebih efektif dan maksimal. “Kalau guru-gurunya berkualitas, kami yakin hasil lulusannya pasti berkualitas,”pungkasnya. (mik/lyo)

Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/92406-nilai-guru-di-bawah-rata-rata-masih-banyak

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyorot kasus pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang kerap ngadat di banyak daerah di Indonesia.

Lembaga antirasuah itu menemukan adanya praktik gratifikasi yang melibatkan sejumlah pihak dalam proses pencairan TPG. Nilainya lumayan besar, yakni Rp 1,3 miliar per triwulan.

“KPK juga menemukan praktik gratifikasi terkait TPG yang melibatkan para guru dan oknum dinas pendidikan. KPK menghitung, nilai gratifikasi pada suatu kabupaten lebih dari 1,3 miliar per triwulan. Diduga peristiwa ini juga terjadi di seluruh kabupaten/kota dan skema dana pendidikan lainnya,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, dalam keterangan persnya, Selasa (2/9).

Dijelaskan, hasil audit BPKP, Inspektorat Jenderal Kemdikbud, dan Kemenag atas tunggakan TPG tahun anggaran 2010-2013 juga menunjukkan masih terjadi penyimpangan.

Diterangkan Johan, KPK punya perhatian serius terhadap pengelolaan dana pendidikan. Pasalnya, negara telah menganggarkan sebesar 20 persen bagi dana pendidikan, atau setara dengan Rp 368 triliun pada 2014 ini, yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 130 triliun  dan transfer ke daerah sebesar Rp 238 triliun.

Namun, lanjut Johan dalam keterangan tertulisnya, fakta ironi menunjukkan 30 juta anak tidak bisa sekolah, masih banyak dijumpai infrastruktur yang rusak, serta 296 kasus korupsi dana pendidikan yang terungkap pada 2003-2013 yang menyeret 479 tersangka, sehingga merugikan negara senilai Rp 619 miliar.

Karena itu, KPK bersama Kemendikbud, Kemenag, Kemenkeu, Kemendagri, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi pada dana pendidikan. Harapannya, perbaikan dan penyempurnaan dalam pengelolaan dan pengawasan dana pendidikan dapat tercapai.

Tim yang dibentuk ini telah memetakan lima masalah, antara lain lemahnya pengendalian internal, lemahnya sistem administrasi, lemahnya kontrol publik, adanya kekosongan dalam implementasi pengawasan, serta minimnya sumber daya untuk mengawasi dana pendidikan, khususnya pada dukungan anggaran pengawasannya.

Pada tahun 2013, anggaran pengawasan pada seluruh provinsi tidak ada yang mencapai angka 1 persen sesuai dengan instruksi pada SE Mendagri Nomor 900/2900/SJ tanggal 23 September 2008.

Pada 25-26 Juni 2014, KPK telah mengadakan sosialisasi dan workshop rencana aksi kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi dana pendidikan kepada seluruh Inspektorat Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi dalam rangka memberikan pemahaman tentang peran dan wewenang Inspektorat Daerah dan Kanwil Kemenag dalam melakukan pengawasan dana pendidikan. (sam/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/09/02/255414/Setiap-Daerah-Tunjangan-Guru-Bocor-Rp-1,3-M-Per-Triwulan-

 

 3  1
BATU – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Batu, Mistin mengingatkan para Kepala Sekolah cepat-cepat menyelesaikan karya ilmiah untuk persyaratan kenaikan pangkat. Jika persyaratan kenaikan pangkat tidak kelar, maka mereka wajib mengembalikan tunjangan.
Menurut Mistin, para Kepala Sekolah (SMP) rata-rata memiliki pangkat IV A. Mereka harus berusaha mendapatkan kenaikan pangkat sehingga semua persyaratan harus diurus. Masalahnya ada aturan yang mengharuskan, pegawai di golongan IV A paling lama delapan tahun.
Jika pegawai tersebut belum naik pangkat dari IV A selama delapan tahun, maka ada tunjangan jabatan yang harus dikembalikan kepada kas negara. ‘’Persyaratan kenaikan pangkat tersebut harus dipenuhi sehingga pangkat IV A tidak bertahan hingga delapan tahun,’’ tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Batu ini.
Menurutnya, Pemerintah Pusat tidak akan main-main soal pengembalian tunjangan yang diminta kembali. Dia mencontohkan dirinya sendiri setelah adalah peristiwa suaminya meninggal. Dia masih mendapat tunjangan suami hingga beberapa tahun.
Setelah ada proses, maka BPK menemukan adanya kelebihan tunjangan sehingga harus dikembalikan kepada kas negara. ‘’Setelah beberapa tahun, saya mendapatkan tagihan tunjangan suami yang harus dikembalikan. Jumlahnya sangat besar, yakni Rp 32 juta. Memang pengembalian tunjangan bisa dicicil, tetapi itu akan memberatkan pegawai karena pendapatan bisanya langsung habis,’’ tegas mantan guru ini.
Soal persyaratan kenaikan pangkat tersebut, Mistin juga sudah memberitahukan kepada para Kepala Sekolah dan guru bersamaan dengan sertijab di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, beberapa waktu lalu. Persyaratan yang paling menjadi kendala adalah karya ilmiah mereka akan naik pangkat. (feb/nug)
Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/90379-tak-naik-pangkat-kembalikan-tunjangan

SURYA Online, BATU - Para guru di Kota Batu bisa tersenyum menghadapi Lebaran yang diperkirakan jatuh pada tanggal 28 Juli 2014. Pasalnya, uang Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) sudah ditransfer Pemerintah Pusat ke khas Pemerintah Kota Batu.

“Kami sudah sampaikan ke Dindik supaya segera mengajukan (pencairan). Dananya sudah ada,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batu, Eddy Murtono, Kamis (17/7/2014).

Sementara itu, Kepala Dindik Raga, Mistin menyatakan, semua SPJ para guru yang bakal mendapat TPP sudah siap dan segera diajukan ke BPKAD. Namun, Mistin mengaku, baru tahu dana TPP sudah ditransfer dari jurnalis dan akan mengecek ke Kepala BPKAD.

“Saya belum dapat informasi kalau uangnya sudah ada. Saya cek dulu ke Pak Eddy, kalau benar besok (Jumat, 18/7/2014) saya ajukan pencairannya (TPP),” ujar Mistin.

Seperti diberitakan Surya (1/7/2014), pencairan tahap II nilainya Rp 9,7 miliar. Saat ini, Surat Keputusan (SK) untuk guru yang bakal mendapat TPP sudah turun. “TPP triwulan kedua rencana segera dicairkan, SPJ sudah siap. Guru-guru sudah tanda tangan,” kata Abdul Rais, Kepala TPK Dindik Raga kala itu.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2014/07/17/guru-tersenyum-tpp-sudah-ditransfer

1 2 3 24