Rangkuman Berita

1 2 3 24

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka peluang moratorium kurikulum 2013 (K-13). Peluang itu dimungkinkan dengan di-review-nya pelaksanaan K-13 oleh tim kurikulum.

imagesMendikbud Anies Baswedan menjelaskan, review tersebut difokuskan pada materi ajar untuk siswa kelas I, IV, VII, dan X. Jika dalam evaluasi ditemukan masalah pada materi belajar empat kelas tersebut, K-13 akan ditunda terlebih dahulu.

”Mumpung masih berjalan satu semester. Jadi, lebih baik ditunda dulu untuk dibereskan. Tapi jika tidak ada masalah pada konten keempat kelas tersebut, ya bisa jalan terus. Yang jelas, kami tidak ingin guru, orang tua, dan murid jadi bingung,” tutur Anies saat dijumpai di sela-sela peninjauan pameran Gelar Museum Nusantara di Jakarta kemarin (22/11).

Disinggung soal tim kurikulum, Anies menjelaskan bahwa pihaknya tengah membentuk tim baru. Dalam penyusunan tim baru tersebut, akan dimasukkan unsur guru yang bersinggungan langsung dengan para siswa, baik SD, SMP, maupun SMA.

Anies berpendapat, dengan memasukkan mereka ke tim kurikulum, akan lebih mudah mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pendidikan anak-anak Indonesia. ”Jelas, mereka (guru, Red) akan dilibatkan. Mereka lebih tahu,” tegasnya.

Masuknya unsur guru itu juga akan menggeser beberapa posisi profesor dan guru besar yang sebelumnya kerap mengisi tim kurikulum. Meski peran profesor dan guru besar tersebut menjadi salah satu pertimbangan, pengetahuan mereka akan keperluan anak-anak yang masih duduk di SD akan jauh berbeda dengan guru yang setiap hari bersama para siswa itu.

”Kami ini yang di kampus-kampus tahu apa soal pendidikan SD? Bahkan, saya pernah bertanya, apakah mereka berada di SD? Kalau belum, jangan pernah ngomong soal SD. Jangan berpretensi teori, apalagi ilmunya bukan pendidikan, mohon maaf. Jangan korbankan anak-anak, padahal kita nggak tahu lapangan,” ungkapnya.

Karena itu, mantan rektor Universitas Paramadina tersebut betul-betul menyeleksi dengan baik nama-nama yang akan masuk tim kurikulum yang baru. Bahkan, dia telah menolak beberapa nama dan merevisi daftar calon anggota tim kurikulum.

”Saya ingin yang ada di situ adalah orang-orang objektif. Bukan soal mempertahankan atau mengubah (kurikulum),” urainya.

Sementara itu, terkait dengan tim yang sebelumnya dimiliki Kemendikbud, Anies mengatakan bahwa kerja mereka telah selesai. Saat ini pihaknya melakukan evaluasi atas apa yang telah mereka rumuskan sebelumnya.

Di pihak lain, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) sudah bersuara agar Mendikbud Anies Baswedan mau menghentikan penggunaan kurikulum 2013. Jika terus digunakan, dipastikan kurikulum itu merugikan siswa.

Sekjen FSGI Retno Listyarti saat dihubungi kemarin mengatakan sudah satu pandangan dengan Anies.

Secara prinsip, mereka sepakat memandang kurikulum 2013 belum matang dan pelaksanaannya dipaksakan. ”Pak Anies sama dengan FSGI. Dihentikan dulu dan diperbaiki,” ujarnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan FSGI telah memantau implementasi kurikulum 2013 di 46 kabupaten/kota di 21 provinsi. Hasilnya, ada lima masalah utama dalam kurikulum itu. Antara lain, buku guru dan siswa yang terlambat tiba di sekolah, dana BOS yang tidak mencukupi untuk membeli buku kurikulum 2013, serta isi buku kurikulum 2013 yang berat dan bermasalah.

Masalah lainnya adalah percetakan yang tidak mampu memenuhi pesanan sehingga mengundurkan diri serta pelatihan guru yang tidak efektif.

”Kompetensi dasar ada di buku, nggak ada di silabus. Ada di silabus, tapi nggak ada di buku. Buku jadi tidak berkualitas,” jelasnya. Banyaknya masalah itu, menurut Retno, tidak bisa diperbaiki sambil jalan. Kurikulum 2013 harus dihentikan.

Kini bola ada di tangan Anies selaku Mendikbud. Retno menyebut FSGI memberi Anies waktu untuk melakukan perbaikan. Dia yakin bahwa Anies bisa mewujudkan penghentian itu. Sebab, berdasar pemaparan, mereka sudah satu suara.

”Kami kasih waktu untuk Pak Anies. Nanti tim review akan dibuat. Cuma, usulan kami, jangan libatkan orang lama. Sama saja nanti, jeruk makan jeruk,” terangnya.

Retno berharap FSGI bisa dilibatkan dalam tim tersebut. Sebab, selama ini, FSGI tidak pernah dilibatkan untuk hal seperti itu. Kalau tim review segera bekerja, dia yakin pada Januari 2015 sudah ada kesimpulan untuk memberikan rekomendasi penghentian K-13 kepada Mendikbud. (mia/dim/c11/end)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/23/271501/Bentuk-Tim-Moratorium-K-13-

 

JAKARTA - Setelah menghela nafas panjang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan blak-blakan memaparkan rapat perdana revisi Kurikulum 2013 (K13) di Jakarta kemarin.

Kesimpulannya, K13 merupakan barang yang setengah matang. Parahnya lagi dipaksanakan untuk diberlakukan di seluruh Indonesia.

ANIES BASWEDANDalam rapat perdana itu, Anies mengumpulkan mantan pejabat dan pejabat aktif Kemendikbud yang terlibat membidani kelahiran K13. Diantaranya mantan wakil Mendikbud Musliar Kasim dan mantan Kepala Balitbang Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro.

Selain itu dia juga mendatangkan Dirjen Pendidikan Dasar Hamid Muhammad dan Kepala Balitbang Kemendikbud Furqan.

Sedangkan pihak yang memegang kunci untuk menyampaikan review impelemntasi adalah Kepala SMAN 76 Jakarta Retno Listyarti dan pakar kurikulum Weilin Han. “Kita sengajar hadirkan pihak dari luar untuk me-review. Supaya jernih analisanya,” kata Anies saat ditemui setelah salat Maghrib tadi malam.

Menteri asal Kuningan, Jawa Barat itu mengatakan ada dua kesimpulan penting dalam pertemuan evaluasi K13 ini. Pertama adalah kurikulum yang diluncurkan tahun lalu itu adalah kurikulum yang setengah matang dan dipaksakan untuk dijalankan di seluruh Indonesia. Kedua Kemendikbud menerjunkan tim untuk mendeteksi seberapa mentahnya kurikulum ini di lapangan.

“Saya ini menerima warisan masalah kebijakan implementasi kurikulum,” jelas dia. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memaparkan, banyak sekali indikator bahwa K13 ini belum matang dan dipaksakan. Seperti ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan materi yang diajarkan dalam buku pelajaran.

Masalah lainnya adalah soal evaluasi pendidikan. Banyak guru yang kesulitan menjalankan evaluasi K13 yang berbasis diskripsi. Menurut Anies sistem ini mudah dijalankan di Eropa. Sebab jumlah siswa dalam satu kelas hanya 20 anak dan gurunya ada 2-3 orang. Sementara di Indonesia, seorang guru mengajar hingga 40 siswa.

Bagi mantan rektor Universitas Paramadina itu, kekurangan K13 itu merupakan buah dari keputusan pemerintah yang tergesa-gesa. Dia mencontohkan seperti orang yang ditugasi menulis buku dalam waktu yang singkat. Tentu potensi terjadi kesalahan atau bolong-bolong dalam tulisannya semakin besar.

Terkait urusan buku K13 yang belum komplit pendistribusiannya, bagi Anies adalah gambaran teknis ketidaksiapan implementasi. Dia lantas membandingkan implementasi K13 ini dengan Kurikulum 2006 atau akrab dikenal Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kuriulum 2006 ini ternyata mulai diterapkan pada 2004. Itu artinya terdapat 2 tahun masa ujicoba sebelum dijalankan secara menyeluruh.

Menurutnya implementasi K13 tahun ini difokuskan kepada 6.400 unit sekolah percontohan dulu. Setelah itu harus ada laporan balik (feedback) dari sekolah untuk dianalisa Kemendikbud. Tetapi yang terjadi adalah, K13 tahun ini dipaksanakan diterapkan di 200 ribu lebih sekolah SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia.

Pencetus gerakan Indonesia Mengajar (IM) itu berharap, meskipun nyata-nyata K13 setengah matang, para guru diminta untuk tidak terlalu khawatir atau cemas.

“Meski saya akui guru-guru sekarang sudah cemas,” jelasnya. Kemendikbud menargetkan keputusan final nasib K13 ini Desember nanti. Bertepatan dengan berakhirnya semester I tahun ajaran 2014/2015.

Salah satu reviewer evaluasi K13 Retno Listyarti menuturkan, dia kemarin membeber semua dokumen kelemahan implementasi K13. “Saya beberkan hasil analisa kami beberapa bulan terakhir,” katanya.

Kepala sekolah berkerudung itu mengatakan, Kemendikbud harus tegas menghentikan sementara (moratorium) implementasi K13. Moratorium itu digulirkan selama Kemendikbud merevisi K13 sampai tuntas. Selama masa moratorium, pembelajaran dikembalikan kembali ke Kurikulum 2006 (KTSP). (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/18/270461/Kurikulum-Setengah-Matang-dan-Dipaksakan-#

JAKARTA – Para aparatur Sipil Negara (ASN), terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus siap-siap menghadapi pensiun dini. Kebijakan ini diberlakukan bagi pegawai yang kompetensinya rendah dan tidak bisa dikembangkan lagi.

pns“Dalam rangka penataan struktur organisasi kepegawaian, pemerintah akan mengambil kebijakan pensiun dini. Pensiun dini akan dikenakan mulai tahun 2016, kepada pegawai yang kualitasnya rendah,” tegas Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, Minggu (16/11).

Untuk menilai mana PNS yang berkualitas super, menengah, biasa,dan rendah, akan diterbitkan Surat Edaran MenPAN-RB tentang kewajiban seluruh instansi baik pusat maupun daerah melakukan uji kompetensi pegawainya. Agar hasilnya objektif, menurut Setiawan, pemerintah akan memberlakukan format baku agar pejabat pembina kepegawaian (PPK) tidak membuat rekomendasi berdasarkan like and dislike.

“Uji kompetensinya ini sangat penting karena akan dijadikan dasar penentuan klasifikasi PNS,” ujarnya.

Yang kualitas super dan menengah aman, yang kemampuan biasa harus digenjot dengan berbagai pendidikan dan pelatihan agar kompetensinya naik ke menengah. Sedangkan kualitas rendah, akan diajukan untuk dipensiunkan dini.

“Setiap PNS harus mengembangkan kualitasnya. Sebab, dalam UU ASN diwajibkan setiap aparatur memiliki kompetensi tinggi. Kalau kemampuannya stagnan dan tidak bisa berkembang meski sudah diberikan diklat, apaboleh buat PNS-nya kita pensiunkan,” terangnya.

Mengenai SE untuk kewajiban PPK melakukan uji kompetensi, menurut Setiawan, dalam waktu dekat akan dilayangkan ke seluruh instansi pusat dan daerah. Pasalnya, uji kompetensi sudah harus dilakukan mulai awal Januari 2015 dan kebijakan pensiun dini bisa dimulai setahun setelahnya. (esy/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/16/270152/Mulai-2015,-PNS-Harus-Siap-Siap-Kena-Pensiun-Dini-

http://www.jpnn.com/picture/normal/20141112_071524/071524_741412_anies_rasyid_baswedan_dlm_ric.jpg

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan akhirnya bersikap terbuka terhadap Kurikulum 2013 (K-13). Dia segera mengevaluasi implementasi K-13 dengan mengumpulkan masukan dari masyarakat.

Meskipun begitu, belum ada tanda-tanda ia akan mengubah kurikulum anyar itu secara total.

Sejak awal Anies mengatakan, pada prinsipnya dia menyukuri perkembangan dan program-program pendidikan yang dirancang Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. “Tetapi jika ada yang kurang, harus kita perbaiki,” katanya di Jakarta kemarin.

Terkait dengan program K-13, mantan rektor Universitas Paramadina itu berencana melakukan evaluasi. Dia menjelaskan evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan implementasi kurikulum yang sudah berjalan dua tahun itu.

Selain itu Anies mengatakan, akan mengundang semua elemen masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. “Kami akan menggali masukan-masukan dari semua pihak. Ada para praktisi dan pengamat pendidikan,” katanya.

Menteri kelahiran Kuningan, Jawa Barat itu mengatakan, evaluasi K-13 sangat penting. Diantaranya adalah untuk melihat secara serius implementasi selama ini. Titik utama evaluasi ini bukan semata mengukur kuantitas atau jangkauan implementasi.

Lebih dari itu juga melihat kualitas dan intensitas implementasi konten kurikulumnya.

Tokoh penggagas program Indonesia Mengajar itu mengatakan, implementasi kurikulum tidak hanya urusan pemerintah saja. Tetapi juga menuntut keterlibatan banyak pihak.

“Dalam menjalankan evaluasi ini, kita ingin melihat implementasi kurikulum secara jernih,” papar dia. Sehingga bisa segera diputuskan solusi terkait permasalah implementasi yang ada. Seperti urusan penyebaran buku yang belum beres dan sejenisnya.

Anies mengatakan Kemendikbud tidak akan memperjuangkan ego untuk nekad menjalankan terus implementasi K-13 tanpa evaluasi. Menurutnya, kurikulum merupakan urusan negara karena menyangkut masa depan anak-anak Indonesia.

“Saat evaluasi nanti, lepaskan semua kepentingan. Kepentingan utama harus masa depan anak-anak,” pungkasnya.

Dari aspek penganggaran di APBN 2015, potensi terjadi revisi K-13 tahun depan sangat sulit. Sebab saat rancangan APBN 2015 disusun oleh kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, nama mata anggarannya sudah “dikunci”.

Mata anggaran itu sudah diberi nama kegiatan memantapkan implementasi K-13 di tahun anggaran 2015 sekitar Rp 1,3 triliun.

Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, urusan anggaran K-13 ini sama dengan anggaran BSM yang berubah nama menjadi KIP. Haryono mengatakan harus ada revisi nomenklatur anggaran, jika pemerintah saat ini memaksakan ada agenda baru. “BSM dan kurikulum ini sama. Kalau mau diubah harus ada revisi nomenklatur,” paparnya.

Pada 2015 nanti, anggaran kurikulum di Kemendikbud difokuskan untuk menuntaskan implementasi K-13. Tahun depan, siswa di kelas III dan VI SD, III SMP dan SMA mulai merasakan kurikulum baru. Sedangkan tahun ini, K-13 diterapkan untuk anak kelas I, II, IV, dan V SD, serta siswa kelas I-II SMP dan SMA.

Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen mengatakan, sikap Mendikbud Anies yang terbuka akan mengevaluasi K-13 patut disambut positif. Mumpung anggaran 2015 belum terpakai, sebaiknya K-13 dievaluasi dulu.

Abduhzen memberikan masukan, selama proses evaluasi ini, harus disiapkan blue print (cetak biru) arah pendidikan Kabine Kerja. “Cetak biru itu harus disesuaikan dengan semangat yang diusung Presiden Joko Widodo,” katanya.

Diantaranya terkait dengan karakter mandiri, revolusi mental, dan penguatan maritim. Menurut Abduhzen, K-13 belum menjangkau gagasan-gagasan Jokowi itu.

Sehingga wajar-wajar saja jika selama era Presiden Jokowi bakal ada revisi kurikulum. “Saya tidak tahu pastinya kapan revisi itu. Tetapi pasti akan ada perbaikan,” paparnya. (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/12/269321/Mendikbud-Segera-Evaluasi-K13-

JAKARTA – Penghapusan mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kurikulum 2013 sempat dikecam. Pasalnya bisa membuat guru TIK yang sudah mengajar menjadi terdepak. Namun pemerintah membantah ancaman itu, malah menyebut Indonesia kekurangan banyak guru TIK.

Guru12Kekurangan guru TKI yang menonjol terjadi di jenjang SMP. Data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, total guru TIK yang ada saat ini berjumlah 28.042. Perinciannya 7.914 orang berstatus PNS, 4.895 orang guru tetap yayasan, dan sisanya 15.233 orang guru honorer.

Jika dikaitkan dengan jumlah rombongan belajar di seluruh Indonesia, kebutuhan ideal guru TIK di jenjang SMP mencapai 37.007 orang. Itu artinya masih Indonesia masih kekurangan guru TIK sebanyak 8.965 orang.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Dikdas Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, dihapusnya mata pelajaran TIK tidak berarti guru-guru TIK yang selama ini mengajar akan kehilangan job. Kemendikbud sudah mengeluarkan aturan guru TIK difungsikan seperti guru bimbingan konseling (BK).

“Guru TIK kini tugasnya membantu siswa atau sesama guru untuk urusan TIK,” katanya kemarin.

Dengan fungsi barunya itu, kebutuhan guru TIK sangat besar. Sebab mereka memiliki tugas untuk membimbing atau membina minimal 150 orang siswa.

Melihat kondisi ini, Pranata meminta para guru TIK tidak meributkan lagi penghapusan mata pelajaran TIK saat ini. Selain itu para calon guru TIK yang masih kuliah, juga diminta untuk serius belajar karena lowongannya masih besar.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menjelaskan, Kemendikbud seharusnya membuka sejak awal jika Indonesia kekurangan guru TIK. Sehingga penghapusan mata pelajaran TIK tidak menimbulkan gejolak seperti saat ini.

Sulistyo menjelaskan kekurangan guru tidak hanya ada di bidang TIK saja. Tetapi juga guru-guru produktif di SMK. Dia berharap jajaran pemerintah mencari solusi untuk memecahkan masalah ini bersama-sama.

“Jangan sampai Kemendikbud bilang kekurangan guru, sedangkan kementerian lain berencana moratorium CPNS baru selama 5 tahun,” ujarnya.

Terkait urusan pembinaan guru, Sulistyo berharap ada restrukturisasi organisasi di Kemendikbud. Dia menuntutu janji Presiden Joko Widodo yang akan membuat dirjen khusus di Kemendikbud yang bertugas melakukan pembinaan guru di semua jenjang pendidikan.

Saat ini urusan pembinaan guru di Kemendikbud memang terpisah-pisah. Pembinaan guru SD ada di Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal, dan Informal (PAUD), pembinaan guru SD dan SMP ada di Ditjen Dikdas, dan pembinaan guru SMA serta SMK ada di Ditjen Pendidikan Menengah.

“Alangkah baiknya pembinaan guru ini ditangani satu ditjen supaya lebih efektif,” jelas dia. (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/05/267912/Kemdikbud-Bilang-Kurang-Guru,-KemenPAN-RB-Moratorium-CPNS-#

SURABAYA - Era pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) selesai. Mulai 2015 guru-guru yang ingin mengantongi sertifikat pendidik harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Meski waktu pendidikan lebih lama, hasilnya diyakini lebih baik. Tetapi, prosesnya lebih berat.

GuruDirektur PPG Unesa Lutfiah Nurlaela menyatakan, pemerintah hampir pasti memilih PPG dalam pelaksanaan sertifikasi guru nanti. Namun, polanya masih dibahas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik. ”Apakah PPG seperti guru prajabatan atau PPG guru dalam jabatan, polanya masih dibahas,” jelasnya kemarin (28/10).

Untuk PPG prajabatan, pendidikan bagi guru PAUD dan SD berlangsung selama enam bulan, sedangkan guru SMP dan SMA setahun. Masa pendidikan PPG dalam jabatan belum ditentukan.

Berdasar informasi, PPG dilaksanakan sekitar tiga bulan. Yakni, sebulan untuk pendidikan di kelas dan dua bulan praktik di lapangan. ”Pola pastinya juga sedang dibahas,” ujarnya.

Yang pasti, hasil model PPG diyakini jauh lebih baik dan terukur daripada PLPG. Sebab, PLPG hanya dilaksanakan sekitar sebelas hari. Model pelatihan selama PLPG hanya micro teaching, yaitu praktik mengajar. Namun, praktik hanya dilakukan saat pelatihan. Sementara itu, PPG menggunakan modelreal teaching. Ada praktik mengajar di lapangan selama dua bulan. Waktu setiap jenjang berbeda.

Lutfiah mengungkapkan, amanat UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melaksanakan pendidikan ikatan dinas bagi guru dengan tempat tinggal asrama. Namun, nantinya PPG dilaksanakan dengan model asrama atau tidak juga belum diputuskan. Sebab, dibutuhkan anggaran yang sangat besar. Apalagi jumlah guru yang belum tersertifikasi di Jatim masih ratusan ribu.

Ketua PLPG Unesa Alimufi Arief menambahkan, pelaksanaan sertifikasi 2015 sudah pasti menggunakan PPG. Ada sekitar 280 ribu guru di Jatim yang belum ikut sertifikasi. Kuota sertifikasi 2015 untuk Jatim juga belum diketahui.

Nantinya, pola PPG memakai model in dan on seperti yang diterapkan dalam pelatihan kurikulum 2013. Guru akan mendapatkan pelatihan atau in di kelas untuk beberapa lama. Setelah itu, mereka onkeluar mengajar di kelas. Lalu, mereka dievaluasi kelemahannya selama mengajar.

”Mereka juga in dan on lagi untuk mendapatkan pelatihan dan memperbaiki kelemahan. Sampai betul-betul mereka mampu mengajar lebih baik,” ucapnya. Mereka yang ikut PPG adalah guru yang diangkat menjadi PNS setelah Desember 2005. (kit/c20/roz)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/10/29/266555/Sertifikasi-Guru-Bakal-Makin-Berat-

irjen-haryono-umar250JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan kajian dan penelitian tentang pengadaan barang dan jasa.

Salah satu sasaran mereka adalah program pencairan tunjangan profesi guru (TPG) di Kemendikbud. Kebetulan sampai saat ini pengaduan masalah pencairan TPG belum juga surut.

Irjen Kemendikbud Haryono Umar menuturkan, memang benar pencairan TPG masih sarat masalah.

“Laporan yang masuk ke kamis masih banyak,” tandasnya kemarin. Tetapi Haryono mengelak jika dijadikannya Kemendikbud sebagai sasaran penelitian KPK itu terkait dengan masalah pencairan TPG.

Semua kementerian atau lembaga tentu menjadi objek penelitian kajian kebijakan pengadaan barang dan jasa oleh KPK. Dari hasil kajian itu, nantinya KPK akan membuat rekomendasi perbaikan.

“Tahun lalu Kemendikbud juga menjadi objek penelitian. Khususnya pelayanan dasar di Ditjen Pendidikan Tinggi,” kata Haryono.

Mantan pimpinan KPK itu justru berharap kajian KPK atas pelayanan TPG di Kemendikbud nanti membuahkan banyak saran perbaikan. Sebab dia juga sedang terus mencari solusi mengatasi laporan masalah pencairan TPG oleh masyarakat.

“Laporan paling banyak adalah pungutan oleh dinas pendidikan kepada guru penerima TPG,” katanya.

Haryono menuturkan pengutan itu bisa dijatuhi sanksi pidana karena masuk kategori gratifikasi. Dia menjelaskan polisi atau KPK harus ekstra tegas kepada jajaran dinas pendidikan yang masih menerima pemberian uang dari guru-guru penerima TPG.

Haryono menuturkan tidak mungkin pemberian dari para guru itu bersifat sukarela. Pemberian itu diduga kuat diawali dari ancaman dari dinas pendidikan. Haryono lantas berusaha membuktikan laporan itu.

Dari salah satu inspeksi di sekitar Jakarta beberapa waktu lalu, Haryono menemukan ada sejumlah guru yang menyerahkan uang Rp 30 juta ke jajaran dinas pendidikan setempat.

“Guru bilangnya sukarela,” tutur Haryono. Tetapi temuan di lapangan ini sudah masuk kajian KPK. Haryono berharap kasus ini berujung pada praktek penyuapan atau pemberian gratifikasi. Sebab yang menerima uang Rp 30 juta itu adalah oknum pegawai dinas pendidikan setempat.

Menurut Haryono uang TPG itu adalah hak pribadi guru. Dia menghimbau supaya guru penerima TPG tidak meladeni permintaan upeti dari dinas pendidikan setempat. Keputusan guru layak mendapatkan TPG atau tidak, merupakan kewenangan Kemendikbud bukan dinas pendidikan daerah.

Haryono menjelaskan pencairan TPG secara langsung ke rekening guru niatnya untuk menghindari pemangkasan. Tetapi meskipun sudah dicairkan langsung ke guru, masih saja ada praktek pemangkasan dengan modus lain. Yakni guru yang sudah menerima pencairan TPG, wajib setor sejumlah uang ke oknum di dinas pendidikan. (wan)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/10/22/265129/Pencairan-TPG-Jadi-Objek-Penelitian-KPK-#

DSC03788200BATU – Ruas jalan protokol jantung kota, Sabtu siang hingga petang kemarin seakan jadi milik ribuan pelajar mulai dari jenjang SD, SMP maupun SMA. Sepanjang sekitar 2 Km, kesemuanya penggelar pawai ekstrakurikuler. Trotoar pinggiran jalan pun berpagar penonton, berjubel.
Masing-masing sekolah, sengaja menampilkan sajian terbaik demi menyemarakan HUT Kota Batu ke 13. SMPN 1 Batu, misalnya, menerjunkan 400 siswa menyajikan karawitan, qosidah, grup musik modern tradisional, olahraga Tapak Suci hingga musik goyang (tradisional).
Mereka memainkan musik dan menjadikan aspal jalan, sebagai panggung bergerak. Begitu pula dengan kontingan dari sekolah-sekolah lainya, ragam kesenian dan budaya disajikan beriringan. Praktis, sepanjang Jalan Panglima Sudirman (block office) hingga Alun Alun Jalan Gajahmada, ditutup total untuk arus lalu lintas.
Sementara di panggung kehormatan, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama istri, Ketua DPRD Cahyo Edi Purnomo beserta pejabat dan kepala dinas lainnya, terus memberikan tepuk tangan dan kadang melambaikan tangan. Bahkan, Dewanti Rumpoko terpancing ikutan menari dan joget diiringi musik tradisional yang dimainkan siswa siswa itu.
Sekalipun pawai pelajar ini menempuh jarak cukup jauh, tidak terlihat peserta lelah. Sebaliknya, mereka kerap narsis saat beberapa penonton mengeluarkan gadget maupun kamera.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Hj. Mistin mengatakan, ada 144 sekolah yang turun menyemarakan pawai sekolah ini. Rincinya, 86 SD/MI, 33 SMP/MTs dan 25 SMA/SMK sederajat.
Selain menyemarakkan ulang tahun Kota Batu, menurut Mistin, setiap sekolah juga disiapkan panggung untuk saling menunjukkan keunggulan masing-masing terutama kegiatan ekstrakurikulernya. “Kalau seperti ini kan masyarakat akan tahu potensi setiap sekolahan,’’paparnya.
Mantan Kadisbudpar ini menambahkan, kegiatan seperti itu akan menjadi agendar rutin setiap tahunnya. Hal ini sangat positif dalam pengembangan pendidikan, sekaligus memotivasi pelajar agar giat dalam menampilkan kreatifitasnya.
Sebab, sekalipun hanya kota kecil namun potensi pelajar Kota Batu, tidak kalah saing dengan daerah-daerah lain. Hal ini terbukti begitu banyak penampilan eksrakurikuler setiap sekolah. “ Selama ini memang kurang digali untuk ditampilkan di hadapan publik. Karena itu, pawai pelajar ini harus jadi kalender tahunan,’’papar Mistin.(mik/lyo)

Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/93678-ribuan-siswa-turun-jalan-adu-kreatifitas
                                         Pawai  yang dikemas semarak menjadi salah satu agenda HUT ke-13 Kota Batu

http://www.malang-post.com/images/stories/AGROPOLITAN/1710-pawai-batu.gifHUT Kota Batu

BATU – Perayaan HUT ke-13 Kota Batu sangat meriah tahun ini. Panitia sudah merancang kegiatan serba 13 untuk menyesuaikan dengan hari jadi, yakni 13 kegiatan, 13 lokasi, 130 jam, 1300 pengisi acara dan 130.000 pengunjung.
Kegiatan serba 13 ini merupakan acara inti HUT ke-13 Kota Batu. Kegiatan serba 13 itu juga berguna untuk pemecahan rekor MURI karena selama ini kegiatan-kegiatan seperti itu belum ada. ‘’Karena sekarang ini HUT ke-13 Kota Batu, kami sudah merancang kegiatan serba 13 sebagai acara inti,’’ ungkap Arief As Sidiq, Ketua Panitia HUT ke-13 Kota Batu kepada Malang Post, kemarin.
Kegiatan serba 13 itu diawali dengan mural menghias lingkungan pada 24 desa dan kelurahan di Kota Batu pada  22-24 Oktober. Kegiatan itu kemudian dilanjutkan lomba ibu-ibu PKK dengan waktu yang sama di Balai Kota Batu, lomba asah terampil di Taman Hutan Kota dilaksanakan 22-25 Oktober.
Selanjutnya, kegiatan serba 13 dilanjutkan dengan expo-exhibition youth & Student KWB 22-25 Oktober di Stadion Brantas. Bersamaan dengan acara itu, pameran UKM dan hasil pertanian juga digelar di Stadion Brantas. Pameran foto Batoe Djadoel dilaksanakan 22-25 Oktober di Alun-alun Kota Batu, KWB traditional game championship dilaksanakan di Gelora Panderman Junrejo, 24-25 Oktober.
Untuk Festival Seni Rakyat dilakukan di lapangan Translok Tulungrejo, 24-25 Oktober, festival Orari berada di lapangan block office 24-25 Oktober, festival burung berkicau dilaksanakan di halaman Dinas Perumahan 25 Oktober, seminar organik berada di hotel Kusuma Agrowisata 22 Oktober, final poco-poco dan jalan sehat organik berlangsung 24 Oktober.
Selain acara serba 13 tersebut, kata dia, HUT ke-13 Kota Batu masih dimeriahkan dengan agenda pembuka dan kegiatan akbar. Agenda pembuka itu antara lain lomba cipta lagu mars KWB, gugur gunung, lomba ketangkasan memasang tenda, dan senam jantung sehat yang sudah berlangsung.
Kegiatan upacara hari jadi, tasyakuran ikut menjadi agenda pembuka. Agenda pembuka lain adalah karnaval pelajar KWB start dan finish di block office, 18 Oktober, turnamen bilyard di GS ART & Café, 17-19 Oktober, Jambore Nasional IMI di Stadion Brantas, 17-19 Oktober, kejurnas downhill di Bukit Klemuk Songgoriti, 17-19 Oktober dan poco-poco shining Batu, 20-21 Oktober.
‘’Sedangkan agenda akbar adalah Batu Night Race di Jalan Sultan Agung, 1 November serta karnaval in the shining Batu, 2 November,’’ tegas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Batu ini. (feb/nug)

BATU –Sudah waktunya Dinas Pendidikan Kota Batu, berani berinovasi dalam mengemas kegiatan belajar-mengajar di kelas.  Salah satunya mengembangkan kelas inspirasi yang pekan lalu sudah diawali Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama istrinya, Dewanto Rumpoko, pekan lalu. Pengajaran dengan mendatangkan para tokoh itu, perlu dilakukan berkala di kota wisata ini.
Pekan lalu, Dewanti menjadi salah satu pengajar kelas inspirasi di SD Gunungsari 1. Sedangkan Eddy Rumpoko, mengajar di SD Gunungsari 4 Kecamatan Bumiaji. Selama sehari, keduanya menjadi guru SD yang mendapatkan sambutan luarbiasa dari siswa.
’’Kalau dilakukan rutin kelas inspirasi ini sangat bagus. Pengajaran seperti itu tak beda dengan kuliah tamu dengan menghadirkan pengajar tokoh-tokoh di perguruan tinggi,’’ ungkap Dewanti kepada Malang Post.
Bahkan, kata dia, kelas inspirasi tidak hanya bisa dilakukan di tingkatan SD. Melainkan juga bagus diterapkan di jenjang SMP, SMA. Sedangkan tokoh-tokoh yang mengajar, bisa dari unsur alumni sekolah masing-masing yang notabene sudah sukses maupun tokoh Kota Batu lainya bisa pengusaha dan sebagainya.
Mantan Ketua PRSI Kota Malang, ini menambahkan, kedatangan tokoh-tokoh sukses  seperti itu bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak sekolah. Mereka dapat berbincang langsung mengenai kiat kesuksesan sang tokoh. Pengajaran oleh guru tamu itu, pasti memberikan suasana lain. Bisa saja selama ini anak-anak memiliki rasa bosan, karena setiap hari harus bertemu dengan guru yang sama plus model pembelajaran juga monoton.
’’Kalau pembelajaran ini ditangkap oleh Dinas Pendidikan dan akan ada model-model pembelajaran serupa, sudah barang tentu akan menjadi sangat baik. Bagaimanapun juga anak-anak sekolah membutuhkan inspirasi, sehingga kelas inspirasi akan menjadi solusi,’’ pungkas ibu tiga anak ini. (feb/lyo)

Sumber : http://www.malang-post.com/agropolitan/93297-kelas-inspirasi-layak-dikembangkan

0 comments
1 2 3 24